Jerinx SID Sebut Via Vallen "Playing Victim"

Purba Wirastama    •    12 November 2018 15:20 WIB
superman is deadVia Vallen
Jerinx SID Sebut Via Vallen
Jerinx saat tampil bersama Superman Is Dead di Synchronize Festival, Minggu, 7 Oktober 2018 (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)

Jakarta: Setelah penyanyi Maulidia Octavia alias Via Vallen menyatakan permintaan maaf dan klarifikasi terkait lagu Sunset di Tanah Anarki versi dangdut koplo, Jerinx drummer Superman is Dead langsung memberi respons lanjutan. Jerinx SID menyebut Via tidak paham substansi masalah yang dikeluhkan dan menegaskan dirinya tidak mencari kompensasi komersial. 

Sebelumnya, Jerinx memarahi Via dan para penyanyi dangdut lain karena lagu SID berjudul telah dibawakan ulang dalam versi dangdut koplo di panggung musik. Dia menyebut Via telah "merusak roh dari karya" dan sekadar mencari keuntungan komersial dari lagu milik musisi lain tanpa izin.

Berselang dua hari, lewat media sosial yang sama, Via menyatakan permintaan maaf karena telah membawakan lagu tersebut secara dangdut. Namun Via memberi klarifikasi bahwa dia tidak pernah mengambil keuntungan komersial dari Sunset di Tanah Anarki karena pihaknya tidak merilis lagu tersebut dalam VCD/DVD dan tidak menerima hasil monetisasi atas video penampilan yang beredar di YouTube. 

Selain itu, Via menyatakan enggan bertemu Jerinx secara personel terkait masalah ini. Via geram karena disebut sebagai "fucking whore". 

Dalam dua postingan terbaru @jrxsid di Instagram pada Senin siang, 12 November 2018, Jerinx memberikan tanggapan. Dia menyebut Via melakukan "playing victim" atau berpura-pura menjadi korban.

"Sudah terbaca narasinya. Playing victim terus hingga orang lupa substansi permasalahan," tulis Jerinx. "Analoginya: masuk dapur orang tanpa permisi, makan yang bisa dimakan, saat dimarahi tuan rumah karena dapurnya jadi kotor, langsung deh main (drama) sinetron. Tipikal manusia enggak tahu terima kasih." 

Lantas Jerinx menjelaskan lebih lanjut maksud kemarahan serta kenapa terkesan hanya Via Vallen yang diserang. Menurut Jerinx, Via penyanyi paling terkenal untuk "genre tersebut". 

"Imbasnya bakal besar untuk menyadarkan penyanyi lain, baik sengaja maupun tidak, yang 'makan' dengan cara merusak roh lagu orang lain," lanjut Jerinx. Dia memberi perbandingan, bahwa ketika sejumlah musisi giat menolak reklamasi Telok Benoa, hanya SID yang dilarang tampil di panggung musik, sedangkan musisi lain tetap lancar. 

Jerinx juga menegaskan mereka tidak hendak mencari ketenaran atau hasil komersial.Album terbaru mereka, Tiga Perompak Senja, baru saja dirilis pekan lalu. Mereka enggan lagu-lagu baru ini mendapat perlakuan sama seperti Sunset di Tanah Anarki, yang mereka anggap telah kehilangan makna setelah dibawakan ulang dalam dangdut koplo. 

"Pihak Istana (Presiden) ingin membeli lagu saya saja, saya tolak," ungkap Jerinx.

"Kami bukan pelacur, silakan googling. Saya hanya inginkan kesadaran. Jika tak paham akan lirik atau esensi lagu SID, tolong jangan merusak. Jika paham, lakukanlah dengan kesadaran dan itikad baik – untuk sesama, sejarah, masa depan, serta bumi pertiwi," pungkasnya. 

Medcom.id telah mencoba menghubungi Jerinx untuk meminta penjelasan langsung, tetapi belum mendapat tanggapan. 





(ASA)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

1 week Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA