Curhat Rindu Sandhy Sandoro dalam Album Terbaru

Purba Wirastama    •    22 November 2018 13:41 WIB
sandhy sondoro
Curhat Rindu Sandhy Sandoro dalam Album Terbaru
Sandhy Sondoro (Foto: Medcom/Purba)

Jakarta: Penyanyi dan penulis lagu Sandhy Sondoro telah merilis album baru berjudul Beautiful Soul yang mengungkap berbagai macam curahan hatinya belakangan ini. Salah satu ungkapan paling personal adalah kerinduan kepada anaknya yang kini berusia 5 tahun, Aeshan Sachiarputra.

Menurut Sandhy, ada dua lagu dalam album yang bercerita mengenai anaknya, yaitu The Sun in My Heart dan Kau Matahariku. Kedua lagu bahkan memakai kata matahari untuk menggambarkan sosok sang anak bagi dirinya.

Dalam The Sun in My Heart, Sandhy menyatakan kerinduannya serta keinginan untuk selalu dekat. Dalam Kau Matahariku, Sandhy bercerita tentang kenangan membuat sereal dan susu bagi Aeshan.

"Tentang anak saya – kami sedang main, saya bikin susu buat dia, ya natural saja," ungkap Sandhy kepada wartawan di Kemang, Rabu, 21 November 2018.

Kerinduan Sandhy dalam Beautiful Soul tidak hanya kepada sang anak, tetapi juga Ronny Agung Surono, mendiang adiknya yang meninggal awal tahun lalu, serta kerinduan atas situasi politik-sosial Indonesia yang damai.

Ronny meninggal pada Februari 2017, sebulan sebelum Sandhy dan tim masuk proses rekaman di Studio Hot Milk Jerman. Dia menulis lagu berjudul Beautiful Soul, yang mengungkap curahan hati sang penulis tentang seseorang dengan "cinta tulus" yang dekat sejak kecil, tetapi sudah "pergi untuk selamanya".

"Beliau baik dan juga bertalenta. Jago bikin musik dan nge-DJ," ungkap Sandhy.

Damailah Indonesia ditulis untuk Indonesia dalam tahun-tahun politik belakangan ini. Menurutnya, masyarakat yang dia kenal mengalami perpecahan karena pertarungan politik berisi fitnah serta upaya untuk merongrong Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Dia berharap Indonesia damai dan bersatu.

"Sebenarnya yang kita perlukan adalah kasih sayang," ujarnya.

Selain Damailah Indonesia, ada dua lagu lain yang mengungkap kerinduan atas kedamaian dan kesatuan, yaitu Karena Cinta dan Where Have All The Good Times Gone. Lalu ada Jakarta Blues, dalam duet vokal dengan Once, yang mengungkap kerinduan atas langit Jakarta yang biru pada masa lalu, saat orang masih "saling berbagi" dan "happy".

"Sebetulnya semua lagu cinta karena tentang kasih sayang, tapi temanya berbagai macam," ujar Sandhy.

Tiga lagu lain adalah Sampai Usai Waktu dalam duet dengan Monita Tahalea dan I Got You On My Mind (Always) yang punya ungkapan cinta romantis sang penulis, serta In The Heart of the Bali Sun tentang menikmati sinar matahari Bali.

"Mudah-mudahan album ini, pertama, laku. Kemudian pesan-pesan yang saya sampaikan lewat lagu-lagu saya, bisa sampai ke lebih banyak lagi (orang), bisa membuat perubahan positif biar kita lebih rileks, berbuat baik satu sama lain," pungkasnya.

Beautiful Soul dirilis di bawah naungan label Jagonya Musik & Sport Indonesia dan Best Beat Music. Rilisan digital tersedia di sejumlah platform streaming dan unduhan. Rilisan fisik dalam bentuk CD dan dijual di gerai ayam Beat Music.


 


(ELG)