Banda Neira Bubar, Ananda dan Rara Masih Terlibat Proyek Musik Bersama

Cecylia Rura    •    22 November 2017 08:05 WIB
musik indonesia
Banda Neira Bubar, Ananda dan Rara Masih Terlibat Proyek Musik Bersama
Ananda Badudu (Foto: Metrotvnews/Cecylia)

Jakarta: Bubarnya Banda Neira pada 26 Desember 2016 lalu bukan berarti menghentikan hasrat Ananda dan Rara berhenti dalam bermusik.

Ananda bercerita, saat ini ia dan Rara tengah membantu Gardika Gigih, komponis asal Yogyakarta yang sempat berkolaborasi dalam lagu Banda Neira, Sampai Jadi Debu, bermain dengan musik piano.

Gardika Gigih baru saja merilis sebuah album bertajuk Nyala pada 6 November 2017. Dibantu label Sorge Records, Gigih mencetak 13 lagu yang dikemas dalam album Nyala. Di antaranya, Rain is Falling from You, Kereta Senja, Michiko, Dan Hujan I, Pada tiap Senja, Dan Hujan II, Hujan dan Cahaya, Lucent, Nyala, Improvisasi, Kepada Kuning (an old photograph) And We Saw the Lights Beyond the Hill, dan Ending: Departure.

Dalam album, Ananda membantu Gigih dalam hal teknis produksi musik. Ia juga menyumbangkan suaranya di beberapa lagu. Sementara Rara membantu dengan mengisi puisi dalam lagu.

Selain Nanda dan Rara beberapa musikus lain yang juga turut membantu album Gigih di antaranya, Suta Suma Pangekshi pada biola, Dwi Ari Ramlan pada viola, Alfian Aditya pada cello, Wasis Tanata pada drum, Febrian Mohammad pada gitar akustik, Desti Indrawati pada mezzo sopran, Nurhana Azizia Latief pada sopran, Damar Sosodoro pada gitar elektrik.

Awal perkenalan ketiganya pun terbilang singkat. Ketika itu, Ananda dan Rara yang masih bergabung dalam Banda Neira bertemu dengan Gigih di tahun 2013.

"Waktu itu ketemu, terus nyambung. Kita coba main bareng musik, kolaborasi bertiga ama dia. Ternyata nyambung juga. Merasa chemistry-nya dapat lah. Sejak itu kita jadi sering main bareng. Dan kemudian main bareng itu bergulir jadi kolaborasi," jelas Nanda ketika ditemui Metrotvnews.com di bilangan Senopati, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Ketiganya pertama kali melakukan kolaborasi pada 2014 di Yogyakarta. Ada juga musisi lokal lain di antaranya Layur, Sultan Sumat, Jeremia Timosabe, serta Alvin yang membuat konser kolaborasi membawakan lagu-lagu Banda Neira saat itu lebih ramai.

Pada 2015, mereka juga pernah melanjutkan kolaborasi di Jakarta dan Bandung. Sampai akhirnya, mereka memutuskan untuk membuat sesuatu yang baru dalam album kedua sekaligus album terakhir Banda Neira, Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti.

"Waktu itu, aku dan Rara kepikiran kita harus banget ajak Gigih karena dia pasti bisa lebih mengangkat materi ini jauh ke level yang lain," jelas Nanda.



 


(ELG)