Rayakan 50 Tahun, Taman Ismail Marzuki Gelar Festival Lintas Seni dan Generasi

Purba Wirastama    •    05 November 2018 13:47 WIB
agenda musik
Rayakan 50 Tahun, Taman Ismail Marzuki Gelar Festival Lintas Seni dan Generasi
Artwork Festival Seni Bersama, Bersama Seni, dalam rangka 50 tahun Taman Ismail Marzuki

Jakarta: Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) akan genap berusia 50 tahun pada 10 November 2018. Untuk merayakan momentum ini, Pemprov Jakarta akan mengadakan festival bertajuk "Seni Bersama, Bersama Seni" yang menampilkan puluhan pegiat seni lintas bidang dan lintas generasi. 

Acara utama festival akan digelar selama dua hari di kawasan TIM Cikini pada Sabtu dan Minggu, 10-11 November. Panggung musik utama akan diramaikan oleh OM Pancaran Sinar Petromaks, White Shoes and the Couples Company, Kunto Aji, dan Maliq & D'Essentials. 

Sejumlah musisi penampil lainnya adalah Chiki Faqzi, Brisia Jodi, Shout! (proyek Aqi Alexa dan KMKZ), serta Perkusi PPSB. 

Penampil pertunjukan pada Sabtu antara lain Tari Silat Betawi, Tabusai Dance Theatre bersama Teuku Rifnu Wikana dan Ine Febriyanti, serta wayang kulit semalam suntuk dari dalang Ki Sigid Ariyanto.

Pertunjukan hari kedua meliputi Grup Tari Syofiani, Teater Tanah Air dan Jose Rizal Manua, Gigi Arts of Dance, Wayang Orang Bharata, The School of Movement, Cipta Urban, EKI Dance, dan Ludruk Genaro Ngalam bersama Kamidia Radisti dan Marcelino.

Tidak hanya itu, festival ini juga punya pertunjukan video mapping, orkestra Jakarta City Philharmonic, konser musik Macrocosmos dari ilustrator musik Diddi Agephe, drama musikal Museum Persahabatan dari grup teater Suara Inspirasi Muda, workshop Astrofotografi dari LAPAN, serta Seminar Budaya Astronomi. 

Perlu diketahui, kawasan TIM memang punya sejumlah arena lintas bidang, baik yang dikelola oleh Pemprov maupun pihak ketiga. Ada gedung teater seperti Graha Bhakti Budaya dan Teater Kecil, Plaza atau arena luar ruang, galeri, serta Planetarium dan Observatorium.

Christin Viesto, direktur seni festival dari Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta era Anies Baswedan, menyatakan festival ini hendak menyatukan beragam ekosistem seni di Jakarta. 

"Karena ekosistem seni di Jakarta banyak – musik, teater, fotografi, lukis, kenapa enggak perayaannya kami jadikan satu sehingga banyak teman-teman bisa mewakili," kata Christin dalam jumpa pers di TIM pada Senin, 5 November.

"Visi misinya, menyatukan berbagai macam ekosistem seni. Harapannya, banyak penggemar dari seniman masing-masing akan datang," lanjutnya.

Menurut rekan direktur seni Jefri Andy Usman, mereka memang sengaja membenturkan seniman lintas generasi dalam festival supaya "anak-anak millenial tahu".

"Awalnya, kami akomodir anak-anak millenial saja. Sebetulnya, pertanyaan ini bukan apakah mereka (millenial) bisa menerima, tetapi mereka harus menerima. Indonesia punya banyak budaya dan tradisi, dan millenial harus tahu. Hampir setiap hari, kita tabrakkan (bidang seni) dan kolaborasikan," ungkap Jefri dalam kesempatan sama. 

Semua acara festival ini dibuka bagi umum dan tak berbayar. Namun untuk beberapa acara, calon penonton harus memesan kursi terlebih dulu. 

Sebelum dua hari acara utama, festival akan diawali dengan sejumlah acara pendukung selama tiga hari sejak Rabu, 7 November. Jadwal selengkapnya dapat disimak di akun Instagram TIM @uppkjtim.

 


(ASA)

Kaca Benggala Polemik Jerinx SID dan Via Vallen

Kaca Benggala Polemik Jerinx SID dan Via Vallen

3 days Ago

Dapat disimpulkan, Jerinx adalah korban dari sikap 'lancang' Via Vallen dan beberapa pe…

BERITA LAINNYA