Jazz Gunung Bromo Bersyukur Mampu Bertahan di Tahun ke-10

Cecylia Rura    •    03 Agustus 2018 13:54 WIB
jazz gunungJazz Gunung Bromo 2018
Jazz Gunung Bromo Bersyukur Mampu Bertahan di Tahun ke-10
Djaduk Ferianto pendiri Jazz Gunung (Foto: Dok. Jazz Gunung 2018)

Probolinggo: Jazz Gunung Bromo 2018 sukses digelar pada 27-29 Juli 2018 di Amfiteater Terbuka, Jiwa Jawa Resort Bromo, Probolinggo. Pihak penyelenggara acara merasa bersyukur atas digelarnya tiga hari perhelatan musik jazz tahunan yang kini memasuki usia satu dekade.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Allah SWT serta seluruh pihak yang telah mendukung Jazz Gunung Bromo hingga mampu bertahan di tahun ke-10 ini. Sampai jumpa di Jazz Gunung Bromo 2019," ungkap Sigit Pramono selaku pendiri Jazz Gunung Indonesia melalui keterangan tertulis kepada Medcom.id.

Hari pertama dibuka oleh beberapa musisi lokal daerah seperti Kramat Percussion asal Madura dengan sajian musik asli Madura dengan nuansa jazz, Tropical Transit asal Bali yang menyuguhkan aksi kontemporer. Jungle by Night sebagai musisi perwakilan dari Amsterdam, Belanda menyajikan musik afro-beat dengan fussion jazz.


Jungle By Night (Foto: Dok. Jazz Gunung 2018)

Sebagai penutup malam pertama Jazz Gunung Bromo 2018, penampilan skill-full dari Tohpati Bertiga dan Barry Likumahuwa Project hingga Andre Hehanusa mampu membuat penonton bersuka ria hingga akhir malam.

Hari kedua, pintu festival mulai dibuka sekitar pukul 14.00 WIB. Musisi lokal asal Bromo-Tengger Gamelan Adilaras menjadi pembuka acara. Disusul dengan aksi panggung musisi asal Prancis Insula, yaitu duo keyboardist dan gitaris-oud yang menampilkan sajian eksplorasi musik jazz kontemporer kebudayaan Martinik dan musik asal Karibia yang membuat sore hari di Jiwa Jawa terasa khidmat.

Jelang malam hari, penonton disuguhkan penampilan duet Bintang Indrianto dan Endah Widiastuti. Kolaborasi mereka membawakan nomor-nomor lagu dari album terbaru Soul of Bromo yang terinspirasi dan didedikasikan khusus untuk Bromo.


Endah N Rhesa (Foto: Dok. Jazz Gunung 2018)

Di hari kedua ini, kembali digelar anugerah Jazz Gunung Award 2018 yang diberikan kepada mendiang Bubi Chen, legenda musik jazz Indonesia. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan semangat terhadap dunia musik. Serah terima penghargaan diwakilkan oleh putra kandung Bubi Chen, Howie Chen yang malam itu tampil bersama Surabaya All Star menyajikan sederet musik penghormatan Tribute to Bubi Chen.

Masih di hari kedua, Djaduk Ferianto berkolaborasi dengan Syaharani membawakan beberapa nomor lagu yang diaransemen ulang dengan nuansa jazz-etnik yang kental dan atraktif. Syaharani sebagai salah satu penampil dalam acara tahunan ini mengungkapkan bagaimana panggung musik jazz gunung meninggalkan kesan dan kenangan baginya.

"Walau saya sudah beberapa kali tampil di Jazz Gunung Bromo, indahnya nuansa ini terasa selalu berbeda dan terkenang di hati saya," ungkapnya dalam keterangan tertulis. Malam hari kedua Jazz Gunung Bromo ditutup dengan aksi enerjik dari Barasuara.


Surabaya All Star (Foto: Dok. Jazz Gunung 2018)

Hari kedua turut dimeriahkan pembukaan pameran karya seni pada hari kedua bertajuk Tiga Sekawan,  Jazz, dan Seni Rupa di oleh tiga penggagas Jazz Gunung Indonesia yaitu Sigit Pramono, Djaduk Ferianto, dan Butet Kartaredjasa dan dikuratori oleh Suwarno Wisetrotomo.

Pameran karya ini bercerita tentang jalinan intimasi persahabatan dilihat dari tiga sudut pandang yang berbeda yaitu, Sigit Pramono; merekam teman melalui medium foto, Djaduk Ferianto; merekam bunyi dan instrumen musik melalui medium foto, dan Butet Kartaredjasa; merekam ingatan dengan konteks realitas kondisi masyarakat, mulai dari isu sosial hingga politik melalui medium lukis dan keramik. Pameran karya ini dapat Anda temukan di Galeri Seni Jiwa Jiwa Resort Bromo sampai 6 bulan ke depan.


NonaRia (Foto: Dok. Jazz Gunung 2018)

Sampai di hari terakhir acara, konsep bari yakni Jazz Gunung Pagi-pagi dimulai pukul 06.00 WIB. Tepat saat suhu udara sedang dingin-dinginnya, Bonita & The Husband memukau dengan aksi panggungnya. Beberapa penampil yang ikut meramaikan acara di hari ketiga antara lain Bianglala Voices, Endah n Rhesa dan ditutup penampilan ceria dari trio NonaRia yaitu Nesia Ardi, Yashinta, dan Nanin.


 


(ELG)

Wawancara Eksklusif Geisha, Berlayar Tanpa Melumpuhkan Ingatan tentang Momo

Wawancara Eksklusif Geisha, Berlayar Tanpa Melumpuhkan Ingatan tentang Momo

6 days Ago

Meski melaju dengan Regina, Geisha tidak ingin menghapus bayang-bayang Momo. Lantas, ke mana ar…

BERITA LAINNYA