KFC Bidik Grup Musik Indie

Agustinus Shindu Alpito    •    16 Mei 2017 15:16 WIB
band indie
KFC Bidik Grup Musik Indie
Once (Foto: Metrotvnews/Shindu)

Metrotvnews.com, Jakarta: KFC praktis menjadi "raksasa" baru urusan distribusi rilisan fisik musik. Memiliki lebih dari 500 gerai di seluruh Indonesia, KFC dianggap menjanjikan untuk menangani soal distribusi musik.

Menyadari potensi yang mereka miliki, Once Mekel selaku CEO Jagonya Musik & Sport Indonesia, label yang berafiliasi dengan KFC, mengaku bahwa pihaknya membidik grup musik independen.

“Kami berusaha merangkul band indie untuk mendistribusikan karyanya di sini. Kami mau coba band indie untuk dijual di sini, supaya kami akomodasi lebih banyak jenis musik, pasar lebih luas, dan apresiasi lebih untuk musik Indonesia,” kata Once saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Once juga mengakui bahwa usaha untuk merangkul grup-grup indie tidak mulus. Hal itu didasari perbedaan visi dan misi antara pihak label KFC dan para grup yang diajak bekerjasama.

“Ada beberapa yang sudah kami dekati, tetapi kami belum bisa ungkapkan. Ada kesulitan juga, karena band indie biasanya sikapnya indie banget. Ada yang tertutup, kami tidak bisa paksa.”

“Band sekarang keren-keren, yang kami cari adalah teman-teman yang mau expand dan welcome, yang tidak ingin membatasi pendengar mereka. Ada juga yang sudah nyaman dengan kondisi mereka,” jelas mantan vokalis grup musik Dewa itu.

Sebagai CEO sebuah label rekaman, Once peka terhadap perkembangan musik di Indonesia. Dia mengatakan bahwa selalu mengikuti ragam musik yang tengah menginvasi telinga para penggemar musik, lepas dari soal aliran dan latar belakang grup itu.

“Gue suka Barasuara, Scaller bagus juga. The S.I.G.I.T. juga gue suka. Kami sempat tawarkan kerjasama dengan Payung Teduh, Sore, cuma belum diformalisasikan,” tutup Once.

Penjualan CD musik di KFC terbilang menggiurkan bagi para musisi yang ingin mendongkrak penjualan. Pada 2015, KFC dapat menjual 600 ribu album dalam satu bulan. Angka itu terbilang tinggi mengingat era musik digital yang dominan di industri. Tutupnya toko rilisan musik fisik konvensional juga semakin membuat gerai-gerai restoran cepat saji perkasa untuk urusan penjualan CD musik.


(ELG)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

4 days Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA