Sutradara Ungkap Daya Tarik Film Jailangkung

Purba Wirastama    •    31 Mei 2017 11:26 WIB
film indonesia
Sutradara Ungkap Daya Tarik Film Jailangkung
Jose Purnomo, salah satu sutradara Jailangkung (Foto: Purba Wirastama)

Metrotvnews.com, Jakarta: Jose Poernomo, salah satu sutradara Jailangkung  mengaku memang sudah tidak tertarik untuk melanjutkan kisah seri film Jelangkung  (2001-2007) produksi Rexinema. Dia juga menyebut film barunya bersama Rizal Mantovani punya pendekatan berbeda.

"Karena menurut gua ceritanya (Jelangkung) sudah dirusak. Bagaimana sih ceritanya kok jadi gitu. Perasaan gua beride sama Rizal nggak begitu. Jadi ya sudah lupakan yang lama, bikin baru," kata Jose dalam jumpa pers di Plaza Senayan Jakarta, Selasa 30 Mei 2017.

Jose dan Rizal merasa masih punya banyak ide cerita dan berniat untuk kembali berkolaborasi. Mereka lantas membuat kisah film Jailangkung  dengan dunia fiksi baru.

"Pendekatan kita sangat sangat berbeda. Dulu anak muda pergi ke tempat seram. Kalau mau dibikin kedua, ketiga, keempat, pasti ceritanya tentang anak muda pergi ke tempat seram. Kalau nggak, lo (harus) berubah sekuel. Sementara (Jailangkung) ini bukan sekuel," ujar Jose.

Dalam narasi Jelangkung  (2001), keempat tokoh utama sengaja pergi ke hutan dan melakukan ritual pemanggilan arwah. Sekuel Tusuk Jelangkung  (2003) arahan Dimas Djayadiningrat berangkat dengan ide sama. Film Jelangkung 3  (2007) arahan Angga Dwimas Sasongko bercerita dari perspektif penonton film pertama, yang menantang mitos dan melakukan ritual serupa.

Sementara Jailangkung  bercerita tentang perjalanan tiga orang gadis dalam menguak misteri yang terjadi pada ayah mereka (Lukman Sardi), yang ditemukan koma secara misterius. Bella (Amanda Rawles), Angel (Hanna Al-Rashid), dan Tasya (Gabriella Quinlyn) berusaha menemukan jawaban.

Mereka dibantu oleh Rama (Jefry Nichol), teman kampus Bella peminat hal metafisik, serta seorang pilot (Augie Fantinus) yang mengantar ke tempat pertama ayah ditemukan. Mereka menemukan rumah besar di tengah hutan beserta jailangkung, boneka pemanggil arwah yang membuka rahasia gelap masa lalu dan kini membahayakan nyawa mereka.

Selain menerapkan ide cerita baru yakni usaha anak-anak menyelamatkan orang tua, kedua sutradara tidak memusatkan narasi film Jailangkung  pada segelintir tokoh utama.

"Jadi (Jailangkung) ini cerita keluarga. Penekanan benar-benar di ensemble cast, walaupun kita depankan Amanda Rawless dan Jefry Nichol," terang Jose.

Ensemble cast adalah istilah yang merujuk pada salah satu tokoh, dalam narasi yang mempunyai banyak tokoh utama. Sekian tokoh utama ini memiliki alur cerita masing-masing dan membuat keseluruhan narasi tidak tergantung pada tindakan satu atau sekelompok tokoh utama.

"Semua karakter (penting), Hana al Rasyid juga penting, Lukman Sardi punya karakter penting. Jadi nggak ada salah satu. Cerita ini nggak runtuh gitu," imbuhnya.

Film Jailangkung  diproduksi oleh Screenplay Films, bekerjasama dengan Legacy Pictures. Sukdhev Singh dan Wicky V Olindo menjadi produser. Sementara skenario ditulis oleh Baskoro Adi Wuryanto.

Dana produksi mencapai Rp 9 miliar lebih, setelah pada awalnya ditawarkan di angka Rp 6 miliar. Nilai ini diakui Jose memungkinkan mereka lebih leluasa dalam mewujudkan berbagai konsep dan elemen cerita. Menurut Wicky sang produser, kebutuhan tertinggi adalah soal lokasi dan pengerjaan efek spesial.

"Budget besar karena syuting di banyak tempat. Secara produksi memang menyangkut banyak spesial effect, bukan hanya visual effect, tapi juga practical effect. Jadi banyaklah," kata Wicky.

Syuting dilakukan di sedikitnya di enam daerah. Ada Jakarta, Sukabumi, Purwokerto, Cimahi, Bali, Pulau Menjangan, dan Pulau Satonda. Produksi juga menggunakan pesawat berjenis sea-plane sebagai salah satu elemen penting kisah.

Jailangkung dijadwalkan tayang di bioskop mulai Minggu 25 Juni 2017.





(DEV)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

5 days Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA