50 Cent Anggap Vakumnya One Direction Sebuah Kesalahan

Elang Riki Yanuar    •    20 Agustus 2016 20:39 WIB
one direction
50 Cent Anggap Vakumnya One Direction Sebuah Kesalahan
One Direction (Foto: reuters)

Metrotvnews.com, Jakarta: Keputusan One Direction vakum membuat penyanyi rap 50 Cent heran. Pasalnya, boyband asal Inggris itu vakum saat kariernya justru sedang di puncak.

Lagu-lagu One Direction banyak yang berada di puncak tangga lagu, albumnya terjual 30 juta keping di seluruh dunia. Pria bernama asli Curtis Jackson ini yakin, One Direction melewatkan kesempatan uang banyak yang harusnya mereka raih jika tidak vakum.

"One Direction vakum di waktu yang salah. Saranku untuk mereka  adalah segera bersama lagi secepat yang mereka bisa," kata 50 Cent seperti dikutip Contactmusic.

Setelah terbentuk di X Factor Inggris pada 2010, Liam Payne, Harry Styles, Louis Tomlinson, Niall Horan dan Zayn Malik melesat menjadi idola remaja dunia. Selain memiliki suara yang merdu, personel One Direction dikaruniai wajah tampan.

Pada Maret 2015, Zayn Malik memutuskan keluar lalu bersolo karier. Personel yang lain akhirnya memilih berjalan sendiri-sendiri dan vakum sejak Januari 2016.

"Mereka bisa lebih baik lagi dalam lima atau enam tahun. Mereka adalah fenomena saat ini. Mereka tidak akan pernah meraih popularitas seperti sekarang. Sekarang adalah puncak karier mereka," kata 50 Cent.

Sejak hiatus, Liam menandatangani solo karier dengan sebuah label, Harry Styles menjajal dunia akting, Louis coba merintis bisnis dan membesarkan anak, sedangkan Niall lebih banyak melakukan kegiatan amal.

Kata 50 Cent, tidak semua karier mantan personel boyband bisa cemerlang setelah mereka bersolo karier. Dia mencontohkan grup Nsync. Hanya Justin Timberlake yang bisa dianggap sukses dan mampu bertahan hingga kini.

"Mereka harus mengerti tidak banyak orang yang meninggalkan sebuah boyband lalu menjadi seperti Justin Timberlake. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk mereka menambah 30, 40, 50 juta dolar. Dan itu akan menjadi kesalahan jika mereka tidak mengambil keuntungan dari itu," ucapnya.


(ELG)