Trauma Dikuntit Tujuh Tahun, Lily Allen Curhat di Album Terbaru

Purba Wirastama    •    02 Mei 2018 07:00 WIB
lily allen
Trauma Dikuntit Tujuh Tahun, Lily Allen Curhat di Album Terbaru
Lily Allen (Foto: wenn)

London: Penyanyi pop Inggris Lily Allen mengalami trauma setelah sadar dirinya menjadi sasaran seorang penguntit selama tujuh tahun. Lama mengurung diri untuk menghadapi masalah, Lily akhirnya membuka diri dan mencurahkan pengalaman traumatiknya lewat album musik terbaru, No Shame.

Dilansir dari The Independent, pengalaman itu dibagikan Lily dalam wawancara podcast dengan George Ezra baru-baru ini. Pada 2016, pelantun Somewhere Only We Know ini sadar bahwa dirnya telah dikuntit selama tujuh tahun oleh seseorang asal Skotlandia bernama Alex Gray, 31.

Tak hanya menguntit, Alex juga meneror Lily dengan kicauan di media sosial, ancaman pembunuhan, serta surat ancaman di rumah, kantor label dan manajemen, serta toko milik saudaranya. Alex telah ditangkap dan diadili dengan dakwaan pelecehan dan perampokan.

"Ada seorang penguntit dua setengah tahun lalu dan itu pengalaman yang benar-benar menyeramkan. Dia menerobos masuk rumah dan kemudian dia berniat membunuhku. Itu benar-benar membuatku kacau," kata Lily seperti dikutip The Independent.

Namun menurut Lily, polisi menganggap kejadian itu remeh karena tak kunjung dinyatakan benar terjadi. Lily bahkan mengetahui niat penguntit sebelum pengadilan.

"Karena kurangnya validasi dari polisi, aku merasa seperti tidak bisa bicara dengan siapapun tentang itu, bahkan teman-teman atau keluarga. Ketika sebuah tindak kriminal dilakukan, ukuran seberapa besar mereka anggap ini serius, adalah bagaimana polisi mengangani kasus itu," ungkap Lily.

Saat itu Lily merasa bahwa polisi justru menganggap dia sebagai "gangguan" dan bukan korban. Lily pun mengurung diri dan menghindari komunikasi dengan orang-orang. Dia menghabiskan sepanjang waktu di rumah.

"Aku banyak tidur, aku banyak menangis. Suatu ketika aku hendak pergi ke studio untuk bekerja, tetapi aku merasa bahwa semua musikku selalu bercerita tentang pengalaman hidup. Karena aku belum benar-benar menulis pengalaman itu, di album sebelumnya aku menulis apa yang aku liaht, album ini adalah aku yang keluar ke dunia dan bersosialisasi, serta punya hubungan dan pertemanan. Aku merangkum semua hal itu," ungkap Lily.

Album No Shame akan dirilis pada 9 Juni 2018. Ini menjadi album solonya keempat setelah Alright, Still (2006), It's Not Me, It's You (2009), dan Sheezus (2014). Sejak akhir 2017, Lily telah merilis dua singel Trigger Bang dan Higher.

 
(ELG)

Wawancara Eksklusif Geisha, Berlayar Tanpa Melumpuhkan Ingatan tentang Momo

Wawancara Eksklusif Geisha, Berlayar Tanpa Melumpuhkan Ingatan tentang Momo

1 week Ago

Meski melaju dengan Regina, Geisha tidak ingin menghapus bayang-bayang Momo. Lantas, ke mana ar…

BERITA LAINNYA