Godplant, Grup Sludge Metal asal Jakarta Rilis Album Debut

Agustinus Shindu Alpito    •    01 April 2018 12:01 WIB
musik indonesia
Godplant, Grup Sludge Metal asal Jakarta Rilis Album Debut
Godplant dalam Adrenalin Tur 2017 di Bali (Foto: Facebook Godplant)

Jakarta: Godplant, grup sludge metal segar memberi darah baru dalam ranah musik cadas di Indonesia. Tentu ini menjadi alternatif menarik bagi penggemar musik ekstrem lokal.

Grup yang terbentuk di Jakarta sekitar tahun 2013 itu resmi merilis album debut bertajuk Turbulensi melalui label Lawless Jakarta Records.

Godplant terdiri dari Edo Raditya alias Litong sebagai vokalis, gitaris Riza Prawiro alias Oyoy, bassist Bahrul Ulum dan drummer Gilang Firdauzi alias Gicing. Mereka merekam Turbulensi di Studio 88 yang terletak di Cibubur, Jakarta Timur.

Kemudian, proses pasca-produksi dikerjakan oleh Gema Pasha Randita, sosok yang turut menangani hasil rekaman Hurt’Em, Straight Answer dan Modern Guns.


CD Turbulensi - Godplant (Foto: Facebook)

Teknis yang terukur membuat album Turbulensi menarik untuk didengar. Raungan gitar dan pukulan-pukulan drum terdengar "dalam" berkat teknisi suara yang mumpuni dan proses rekaman yang baik. Bisa dibilang Godplant turut menyemarakkan standar mutu yang tinggi rekaman album grup-grup metal Tanah Air.

Melalui Turbulensi, Godplant menyuarakan kritik-kritik sosial, juga mengangkat realita sosial. Mereka menggandeng seniman mural Shane Tortilla sebagai ilustrator sampul album Turbulensi. Sebelumnya Shane sudah dikenal di kalangan penggemar komik lewat karyanya, Ponytale.

Album Turbulensi terdiri dari 12 lagu dan mulai dirilis ke pasar pada 28 Maret 2018.

Turbulensi adalah album debut yang direkam secara profesional sekaligus matang pertama kali oleh Godplant. Pada 2017, grup ini pernah merilis album dalam format kaset, Preambule. Namun, Preambule merupakan hasil rekaman demo.




(DEV)

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

1 week Ago

Dalam musik yang energik sekaligus kontemplatif yang diramu Tashoora, terlantun lirik-lirik pui…

BERITA LAINNYA