Waldjinah Berharap Pemerintah Perhatikan Nasib Keroncong

Cecylia Rura    •    29 Maret 2018 14:18 WIB
musik keroncong
Waldjinah Berharap Pemerintah Perhatikan Nasib Keroncong
Waldjinah (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Penyanyi keroncong legendaris Waldjinah hingga saat ini masih melestarikan seni musik keroncong yang menjadi salah satu warisan budaya Indonesia. Penyanyi berusia 72 tahun ini pun masih melihat minat dan kemajuan musik keroncong di daerah kelahirannya, Surakarta, Jawa Tengah.

"Sekarang itu banyak kemajuan. Anak-anak muda sekarang suka keroncong. Di Solo saya sudah mengadakan (sekolah keroncong), dari SD, SMP, SMA. Itu diberi seleksi tentang lagu-lagu keroncong. Pengikutnya 165 di Solo," papar Waldjinah kepada Medcom.id di Jakarta, Kamis, 29 Maret 2018.

"Keroncong itu masih banyak disukai, masih banyak disenangi," imbuhnya.

Melihat perkembangan yang terjadi di daerah, Waldjinah berharap pemerintah ikut campur tangan menjaga sekaligus kembali menghidupkan musik keroncong di Indonesia. Upaya lain yang diusulkan olehnya, tidak lain dengan menayangkan lebih banyak musik keroncong di media televisi.

"Mestinya dari pejabat-pejabat (pemerintah) itu harus ikut campur tangan."

"Umpamanya TV, (kalau) sering banyak dikeluarkan siaran TV keroncong asli. Masih banyak yang suka," kata Waldjinah tampak antusias.

Hal ini diimbau oleh Waldjinah, sebab ia pun merasa cukup was-was dengan kondisi warisan budaya Indonesia tersebut. Keroncong hanya dimiliki Indonesia, jangan sampai justri diklaim oleh negara lain karena diabaikan negaranya sendiri.

"Soal e keroncong itu yang punya kita Indonesia, kok. Dari mana-mana enggak ada, tapi kita sudah kalah dengan Malaysia. Itu yang saya takutin. Kalau sampai keroncong dipek (diambil) Malaysia piye (bagaimana)?," tutup Waldjinah.

 


(ASA)