Jazz Gunung Bromo 2018

Tampil di Jazz Gunung, Endah N Rhesa Latihan Fisik

Cecylia Rura    •    29 Juni 2018 11:05 WIB
Jazz Gunung Bromo 2018
Tampil di Jazz Gunung, Endah N Rhesa Latihan Fisik
Endah & Rhesa (Foto: Facebook Endah N Rhesa)

Jakarta: Butuh waktu yang tidak sebentar bagi Endah N Rhesa mendapat kesempatan tampil dalam perhelatan musik tahunan Jazz Gunung di Bromo. Tepat pada momen satu dekade festival musik ini digelar, satu pencapaian pasangan duo musisi ini ikut terwujud.

"Kami merasa bangga sebenarnya diundang di Jazz Gunung Bromo ini, di-propose udah sangat lama dan baru keturutan sekarang. Jadi ada rasa bangga bisa main dan tampil di sini," kata Endah kepada Medcom.id di Ecology Bistro, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis, 28 Juni 2018.

Selain lama menunggu, panggung yang terbilang istimewa karena dihelat di tempat yang tidak biasa dengan tata panggung yang cukup sulit memberikan kebanggaan tersendiri bagi para musisi, termasuk Endah dan Rhesa.

"Kedua kami merasa sangat respect, karena kami tahu sekali dalam menyelenggarakan sebuah cara konsep dan venue yang lumayan sulit sebenarnya Jazz Gunung ini. Banyak sekali tantangan untuk bisa bikin acara di sini dan bisa konsisten sampai sebesar ini terus terang bukan hal yang sangat mudah dilakukan dan pasti banyak membutuhkan kerja sama dan banyak persuasif yang betul-betul maksimal untuk menjalankan acara ini," kata Endah.

Sebelum tampil bersama sang suami, Endah Widiastuti juga ikut mengiringi penampilan musisi Bintang Indrianto dengan permainan gitar elektrik di hari kedua pada malam hari. Endah sendiri menjadi musisi tamu untuk album terbaru Bintang Indrianto.

"Saya sendiri akan tampil bersama Bintang Indrianto. Di malam sebelumnya saya bermain bersama Mas Bintang sebagai gitaris di konsep performance solo Mas Bintang Indrianto," kata Endah.

Soal pemilihan daftar musisi, Djaduk Ferianto selaku salah satu penggagas acara meminta maad jika hingva saat ini belum ada musisi yang berkesempatan ikut memeriahkan Jazz Gunung. Hal ini didasarkan atas pertimbangan tema acara.

"Kali ini juga saya mohon maaf ada para musisi Indonesia yang belum sempat terundang sampai ada yang diundang dua kali memaksa dan banyak yang pingin main lagi, terpaksa ada yang belmlum sempat, karena pasti kami memilih konten rujukannya adalah tema. Memang banyak teman-teman yang belum sempat, tapi kepingin sekali bermain di Jazz Gunung. Tahun depan mungkin bisa undang untuk main," kata Djaduk.

Endah N Rhesa dijadwalkan tampil pagi hari di hari terakhir gelaran Jazz Gunung. Persiapan fisik untuk tampil dalam suhu derajat tinggi di pagi hari ikut menjadi tantangan mereka, terlebih pasangan musisi ini bernyanyi sambil mengalunkan gitar dan bass.

"Sudah wanti-wanti efek-efek embun, apalagi kita main pagi-pagi. Kalau kami, salah satu mimpi kami main di Jazz Gunung dan Alhamdulillah terealisasi. Jadi kami juga menyiapkan jamming seperti yang Pak Djaduk bilang spontanitas dengan penonton dan alam, dan dengan waktu kami main jam berapa nanti," kata Rhesa.

Endah dan Rhesa juga rajin bersepeda dan melakukan kardio untuk persiapan fisik terutama menjaga kondisi jantung agar tetap sehat dan tetap fit saat berada di ketinggian.

"Saya harus membangun lebih banyak massa otot. Saya sama Rhesa suka sepedaan. Salah satu cara untuk bisa menguatkan jantung, kardio, sepedaan, supaya enggak cepat capek di sana. Karena yang saya tahu untuk bisa fit di ketinggian dengan ketahanan jantung yang baik," kata Endah.

Belum lama ini, Endah menghabiskam waktu bersepeda bersama Rhesa di Bali kurang lebih sejauh 100 meter.

Endah N Rhesa akan memainkan tujuh hingga delapan lagu dalam durasi 45 menit hingga 1 jam.

Hari ketiga Jazz Gunung di Bromo terbilang spesial, sebab digelar pagi hari mulai pukul 05.00 WIB. Sementara pada perhelatan tahun lalu Jazz Gunung hanya digelar selama dua hari dengan puncak kegiatan hingga larut malam.

Aksi panggung Endah N Rhesa dibarengi dengan sejumlah musisi bernuansa jazz lain yakni trio NonaRia, Bianglala Voices dan Bonita & the Hus Band.

Selain itu, dalam perayaan satu dekade Jazz Gunung 2018 di Bromo kali ini ikut menghadirkan musisi asal Amsterdam Jungle By Night serta grup musik asal Prancis Insula yang tampil spesial dalam formasi duo di hari pertama dan kedua.

Jazz Gunung di Bromo merupakan acara musik yang digagas duo seniman Butet Kertaredjasa dan Djaduk Ferianto bersama Sigit Pramono. Perhelatan Jazz Gunung Bromo 2018 ini akan dihelat selama tiga hari mulai 27-29 Juli 2018 di Amfiteater Terbuka, Jiwa Jawa Resort, Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur.

 




(ASA)