Di Balik Musik Mencekam Pengabdi Setan

Agustinus Shindu Alpito    •    06 Oktober 2017 13:46 WIB
film pengabdi setan
Di Balik Musik Mencekam Pengabdi Setan
Tim musik film Pengabdi Setan (Foto: twitter @jokoanwar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Keberadaan musik dalam sebuah film sangat vital. Alunan nada yang mengalun pada tiap-tiap adegan dapat memberi pengaruh terhadap kondisi psikologis kita dalam menonton film. Disadari atau tidak, musik dapat membangkitkan berbagai suasana, mulai dari keriangan sampai teror mencekam.

Dalam film Pengabdi Setan arahan sutradara Joko Anwar, musik punya peranan penting dalam membangun suasana takut. Jika menyaksikan film itu di bioskop, tentu kalian paham bagaimana musik ikut menjadi bagian dari teror yang dibangun dalam film.

Adalah Bemby Gusti, Aghi Narottama dan Tony Merle yang berada di balik tata musik Pengabdi Setan. Mereka juga masuk nominasi Penata Musik Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2017, sebuah penghargaan tertinggi untuk insan film Indonesia.

Dominasi Kartini dan Pengabdi Setan di Nominasi FFI 2017

Kamis (5/10/2017), Metrotvnews.com menghubungi Bemby untuk mengetahui bagaimana musik film horor terpanas saat ini itu dibuat.

“Pembuatan musik score sekitar sebulan. setiap komposer preference-nya beda-beda. Musik seram pakai piano pun bisa. Tim musik Pengabdi Setan menggabungkan sound design untuk score. Contohnya kami pakai suara bel, lalu harmoni vokal, suara pintu ditutup. Sebenarnya semua suara yang membuat kita tidak nyaman kami masukan di situ,” kata Bemby yang juga dikenal sebagai drummer dari grup musik Sore.

Bemby juga sempat berbagi informasi seputar pembuatan musik untuk film horor melalui akun Linkedin dan Instagram. Dia mengatakan bahwa instrumen-instrumen yang dapat memengaruhi psikologi manusia disebut sebagai psychoacoustic. Persepsi itu yang digunakan Bemby dan tim tata musik Pengabdi Setan untuk membuat penonton lebih larut dalam ketakutan.

Musik Pengabdi Setan Gunakan Paduan Suara Hantu

Tim tata musik film Pengabdi Setan melakukan sampling beberapa bunyi yang sekiranya dapat menyulut ketidaknyamanan, mulai dari vokal yang kerap dianggap sebagai suara hantu atau monster, nada rendah piano, hingga suara pengeras suara masjid dan beberapa percakapan manusia. Suara-suara itu diolah untuk dapat menarik secara paksa kondisi psikologis penonton untuk keluar dari zona nyaman dan tenggelam dalam ketakutan.

“Ditambah pula pada track musik tersebut, satu layer yang berisi infrasound, yaitu gelombang suara berfrekuensi rendah di bawah 20 hertz. Infrasound ini enggak bisa terdengar oleh manusia, tetapi bisa terasa seperti getaran rendah (humming) dan dapat ditangkap alam bawah sadar manusia. Infrasound ini sering dipakai untuk eksperimen tentang human fear & anxiety. Semua dikemas dengan style musik ala horor 1980-an sesuai brief sutradara Joko Anwar,” jelas Bemby.

Fakta lain dari musik dalam film Pengabdi Setan adalah soal lagu Kelam Malam. Dalam film, lagu ini diceritakan sebagai lagu karya “Ibu.” Para anggota keluarga pun sesekali memutar piringan hitam lagu itu untuk mengenang masa jaya “Ibu” ketika masih jadi penyanyi.

Kelam Malam merupakan lagu yang baru direkam untuk kebutuhan lagu ini. Lirik lagu itu ditulis oleh sang sutradara Joko Anwar dan dinyanyikan oleh Aimee Saras. Musik Kelam Malam diciptakan oleh Tony Merle yang tidak lain suami dari Aimee Saras sekaligus gitaris grup rock The Brandals.

Penata Musik, Ladang Menjanjikan yang Belum Banyak Dijamah

Selama proses produksi musik, Joko Anwar selalu menantang tim untuk selalu menghadirkan sesuatu yang baru dan kreatif. Hal itu membuat tim tata musik terus bereksperimen dan hasilnya seperti yang kita nikmati dalam film.

“Joko Anwar selalu menantang kami sebagai musisi untuk menghadirkan sesuatu yang baru terus. Joko tidak mau seperti yang kemarin-kemarin,” tutup Bemby.

 


(ELG)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

5 days Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA