Glenn Fredly Anggap Asian Games Berdampak Besar pada Ekosistem Musik

Cecylia Rura    •    05 September 2018 15:35 WIB
Glenn Fredly
Glenn Fredly Anggap Asian Games Berdampak Besar pada Ekosistem Musik
Glenn Fredly. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Musisi Glenn Fredly punya pandangan baik terhadap perhelatan Asian Games 2018. Menurutnya, ajang terbesar se-Asia itu memiliki dampak besar untuk kalangan musisi di Indonesia.

"Buat saya ekosistem musik dampaknya besar sekali. Musik Indonesia, khususnya dilihat dari kacamata musik, sebuah event olahraga Asia seperti itu dampaknya besar terutama di musik," papar Glenn di kawasan Cilandak, Jakarta, Selasa, 4 September 2018.

Dalam perhelatan terbesar se-Asia itu, puluhan musisi ikut terlibat dalam seremonial Opening dan Closing. Bukan hal mudah bagi mereka untuk bisa mengatur tempo adrenalin tampil di hadapan jutaan orang dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno saat itu. Sebut saja di antaranya Rossa, Tulus, Via Vallen, Putri Ayu, Isyana Sarasvati, NTRL, DIpha Barus, Dira Sugandi, Siti Badriah serta sejumlah musisi ternama lain seperti Super Junior asal Korea Selatan dan Siddarth Slathia asal India.

"Yang kita pikir tadinya Asian Games hype-nya kurang, ternyata begitu Opening sama Closing (memukau)," kata Glenn.

Sementara di sisi lain, Glenn melihat momen Asian Games membuat masyarakat menjadi lebih peduli dan tenggang rasa, khususnya kepada sesama yang terkena musibah seperti gempa di Lombok. Seperti diketahui, peristiwa rangkaian gempa di daerah Lombok dan wilayah Nusa Tenggara Barat lain terjadi sejak 29 Juli 2018, satu bulan sebelum perhelatan Asian Games digelar.

"Ini justru jadi kekuatan kita melihat apa yang terjadi di Indonesia itu, kedewasaan kita dalam mengelola sebuah event yang besar saat jadi tuan rumah untuk ajang Asian Games bersamaan dengan bagaimana kita juga mengelola, dalam arti apa yang terjadi untuk mereka saudara-saudara kita yang di NTB," kata Glenn.

Gempa yang terjadi di daerah Lombok dan wilayah Nusa Tenggara Barat lain setidaknya merobohkan ribuan gedung. Pada 21 Agustus 2018, tepatnya tiga hari setelah pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Lombok diguncang gempa susulan sekitar 1.000 kali.

"Ini mempererat sebagai bangsa. Saya selalu melihat hal positif. Indonesia justru membuktikan ke dunia bahwa di tengah masalah kemanusiaan di NTB, kehidupan beragam dan menghadapi semua dengan kolaborasi," kata musisi asal Ambon itu.

Hingga saat ini, pemerintah, sejumlah seniman dan beberapa pihak donatur dari berbagai kalangan turut turun tangan membantu korban bencana di Lombok dan area NTB.

 


(ELG)