BEKraf dan ERK Sudah Berbicara Langsung Terkait Polemik Dana ke SXSW

Agustinus Shindu Alpito    •    12 Maret 2018 19:48 WIB
festival musik
BEKraf dan ERK Sudah Berbicara Langsung Terkait Polemik Dana ke SXSW
Ilustrasi SXSW (Foto: sxsw.com)

Jakarta: Badan Ekonomi Kreatif (BEKraf) dan Efek Rumah Kaca (ERK) telah melakukan pembicaraan terkait masalah sistem pendanaan dari BEKraf untuk perjalanan pelaku industri kreatif ke luar negeri. Sebelumnya, ERK sempat mengeluarkan pernyataan tidak menggunakan bantuan dana dari BEKraf untuk South by Southwest (SXSW) 2018 karena ada beberapa poin penting yang menurut ERK tidak efisien, tidak efektif dan bertentangan dengan apa yang selama ini ERK perjuangkan melalui musik.

Baca: Efek Rumah Kaca Soroti Kejanggalah Dukungan BEKraf di SXSW

Dalam jumpa pers di kantor BEKraf, Senin, 12 Maret 2018, Triawan Munaf selaku Kepala BEKraf menjelaskan bahwa BEKraf sudah melakukan tugas sebagaimana mestinya, sesuai aturan pemerintah. 

"Ada dua cara pendanaan dari kami, pertama melakukan bantuan atas permintaan dari pelaku, yang kedua program kami sendiri," ujar Triawan.

"Kami juga melakukan open call, open call ini selalu mendapat sambutan luar biasa. Tetapi tidak bisa semua diterima, dikurasi dengan baik. Semua proses ini tidak seperti swasta, cukup kaku dan menantang."

Polemik soal sikap ERK menuai ragam komentar di media sosial, kemudian BEKraf melakukan perbincangan langsung dengan ERK membahas masalah ini. Pertemuan dilakukan secara virtual melalui konferensi-video, pada Minggu, 11 Maret 2018. Dalam pertemuan virtual itu BEKraf mengatakan mereka banyak mendapat masukan dari ERK. Hasil pembicaraan ini nantinya akan dirilis dalam sebuah surat pernyataan dengan mengatasnamakan BEKraf dan ERK.

"Apa yang terjadi dengan ERK itu hikmah bagi kita (untuk evaluasi). Sebaiknya bagaimana, kami akan usulkan, ini (soal) perubahan Undang-undang perubahan cara anggaran."

"ERK ingin betul-betul (penggunaan dana) efektif, hal itu yang harus (kami) ubah kedepannya (agar lebih efektif. Ini masukan positif," kata Triawan.

BEKraf juga berharap agar masyarakat dan siapapun yang ingin mengajukan permohonan pendanaan melalui BEKraf dan lembaga pemerintah lain memahami sistem yang diterapkan pemerintah, karena melibatkan banyak pihak dan melalui proses yang cukup rumit. Mereka yang mengajukan proposal pendanaan harus melalui beberapa persetujuan, juga dari pihak di luar BEKraf, salah satunya Sekertariat Negara. Proses pengeluaran dana juga dipantau dan dilakukan oleh pihak Kementerian Keuangan. Alur yang cukup rumit ini harus dipahami secara saksama.

"BEKraf tidak pernah mengeluarkan uang, kita pesankan tiket ke agen travel melalui peraturan Menteri Keuangan, ada aturan dari Kementerian Keuangan yang mengatur batas atas pengeluaran menurut eselonnya. Kami tidak bisa seenaknya melewati pagu yang ditentukan"

"Uang pembayaran tidak ada seperak pun yang melalui BEKraf. Kami melakukan perintah bayar melalui KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara). Jadi dari KPPN langsung ke travel agent (atau pihak terkait, tanpa melewati BEKraf)," jelas Ricky Pesik, Wakil Kepala BEKraf.

Ke depannya, BEKraf berjanji untuk memperbaiki sistem komunikasi guna menghindari kesalahpahaman yang menimbulkan asumsi dan tuduhan-tuduhan tertentu. 

"Yang paling utama masalah komunikasi kami, saat ini jauh dari sempurna. Kami harus komunikasi lebih baik lagi."

"Saya terimakasih terhadap ERK, ini membuka kita (untuk evaluasi) soal komunikasi," kata Triawan.

Tahun ini terdapat dua grup musik dan satu musisi hip-hop Indonesia yang tampil di SXSW, mereka adalah Kimokal, Efek Rumah Kaca dan Rich Brian. Selain itu, terdapat pula enam start up dari Indonesia yang mengikuti pameran di SXSW dalam program Indonesia Pavilion. SXSW 2018 digelar di Austin, Texas, Amerika Serikat, pada 9-18 Maret.


 


(ASA)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

6 days Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA