55 Tahun Berkarya, Ernie Djohan Kembali Gelar Konser Tunggal

Cecylia Rura    •    23 November 2017 17:07 WIB
ernie djohan
55 Tahun Berkarya, Ernie Djohan Kembali Gelar Konser Tunggal
Jumpa pers Ernie Djohan: 55 Tahun Berkarya untuk Bangsa (Foto: Metrotvnews/Cecylia)

Jakarta: Merayakan 55 tahun berkarya di dunia musik mendorong Ernie Djohan untuk menggelar konser tunggal bertajuk "Ernie Djohan: 55 Tahun Berkarya untuk Bangsa". Ernie mengajak sejumlah musisi papan atas di antaranya Marcell Siahaan, Astrid Lea, dan Lucky Octavian.

Kurang lebih akan ada 20 lagu yang dibawakan oleh diva berusia 66 tahun ini. Satu di antaranya bertajuk Alhamdulillah, singel terbaru sang diva yang berkolaborasi dengan Lucky Octavian. Lagu ini merupakan ciptaan Bemby Noor, pencipta lagu populer bertemakan cinta.

"Satu momen yang saya banggakan bisa bertemu dengan diva legenda yg sudah terkenal di dunia," ungkap Lucky dalam konferensi pers Ernie Djohan: 55 Tahun Berkarya untuk Bangsa, di Upnormal Coffee Roaster, Menteng, Jakarta, Kamis, 23 November 2017.

Alumni Indonesian Idol angkatan pertama itu begitu menikmati proses pertemuannya dengan sang diva. Menurutnya, bekerjasama dengan Ernie begitu cepat, sederhana namun sarat akan makna.

"Dalam satu hari bertemu langsung bertemu dan take vocal," sambungnya.

Musisi Astrid Lea juga akan ikut berkontribusi dengan memberikan konsep yang menarik mengiringi para musisi untuk menghibur penikmat musik era 60-an. Saat Ernie berduet dengan Marcell akan berbeda dengan konsep duet bersama Lucky.

"Saat lagu solo saya menyesuaikan dengan karakter suara masing-masing," kata Astrid.

Dalam konser tersebut, Marcell akan menyanyikan lagu Mengapa Tiada Maaf dengan aransemen berbeda disesuaikan dengan karakter vokalis.

"Mudah-mudahan saya bisa menahan nada-nada lapar supaya bisa sedikit lebih calm down," jelasnya sambil tersenyum.

Konser tunggal ini merupakan kali kedua bagi Ernie. Sebelumnya, seniman multitalenta yang juga sempat merambah dunia layar lebar dan panggung lawak ini telah menggelar konser tunggal pertama pada 9 April 2001 bertajuk Golden Concert di Gedung Kesenian Pasar Baru. Konser itu diadakan untuk menyambut ulang tahunnya yang ke-50. Ernie menggandeng Tasya yang berperan sebagai Ernie Djohan cilik menyanyikan lagu Burung Gelatik. Yuni Shara juga ikut berkolaborasi dengan Ernie dengan menyanyikan lagu Mutiara Yang Hilang karya Yessy Wenas.

"Saya berharap bisa kasih sesuatu yang bisa dikenang khususnya untuk cucu, anak dan bangsa ini," tukas Ernie.

Konser Ernie Djohan: 55 Tahun Berkarya untuk Bangsa akan dipentaskan di XXI Ballroom Djakarta Theater pada Minggu, 10 Desember 2017.

Dalam catatan sejarah musik Indonesia, nama Ernie Djohan lebih dulu tenar di negeri orang. Meski terlahir di Jakarta, masa kecil diva legendaris ini dihabiskan di Singapura.

Ernie pertama kali bernyanyi di Radio Talentime Singapura pada 1962. Saat itu usianya masih 11 tahun.

Di tahun yang sama, Ernie mengikuti beberapa lomba tarik suara di Singapura antara lain Singapore's Talentime dengan pencapaian masuk dalam 10 besar. Lalu Singapore All Schools Talentime juga di tahun yang sama dan berhasil meraih juara pertama.

Oleh karena prestasinya tersebut Ernie dikontrak oleh label Philips Singapura untuk rekaman lagu-lagu berbahasa Inggris dan Melayu. Tak sendiri, Ernie juga sempat menggandeng sang kakak, Liesda untuk ikut bernyanyi dan menamakan grupnya The Ernie Sisters.

Satu di antara beberapa aksi panggungnya yang paling berkesan adalah ketika Ernie berduet dengan legenda pop Amerika Serikat, Linda Scott dalam konser Tur Asia Linda di Singapore Badminton Stadium membawakan lagu I've Told Every Little Star.

Setahun berkarya di negeri orang barulah Ernie kembali ke Indonesia pada 1963.

Tahun 1965 lagu bertajuk Teluk Bayur menjadikannya sebagai penyanyi Indonesia pertama yang menerima penghargaan Golden Record dan Remaco dengan hasil penjualan album jutaan piringan hitam.

 
(ELG)