Tashoora Bicara tentang Isu Sosial di Mini Album Perdana "Ruang"

Cecylia Rura    •    15 Desember 2018 10:00 WIB
album baruTashoora
Tashoora Bicara tentang Isu Sosial di Mini Album Perdana
Tashoora (Foto: Dok. Juni Records)

Jakarta: Berangkat dari Yogyakarta, Tashoora merilis mini album perdana bertajuk Ruang. Bicara tentang isu sosial, Tashoora yang berdiri sejak September 2016 itu memperkenalkan singel Sabda sebagai tabik atau salam pembuka dalam album.

Sabda berangkat dari isu sosial berlatar belakang rasis yang terjadi di Yogyakarta. Danang, personel Tashoora mengetahui ada pengotakan label pribumi dan non-pribumi di salah satu kebijakan pemerintah daerah Yogyakarta. Sabda sekaligus menjadi wadah perasaan tak puas Tashoora soal kebijakan tersebut.

Selain Sabda, empat lagu lain dalam album yaitu Tatap, Terang, Ruang, dan Nista juga mengangkat situasi sosial di Kota Gudeg. Mulai dari penistaan agama, LGBTQ, hingga isu agama yang dimanfaatkan para penguasa. "Banyak dari hal-hal ini yang kita diamkan di sudut mata, terlihat tapi dianggap tidak ada," kata Danang.

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora yang kini digawangi enam personel, Danang (vokal/gitar), Dita (akordeon/keyboard/vokal), Gusti (bass/vokal), Sasi (gitar/vokal), Danu (biola/vokal), dan Mahesa (drum) awalnya mengambil nama studio musik yang bertempat di Jalan Tasura. Band ini berdiri sejak September 2016 dan menghabiskan satu tahun pertama dalam studio.

"Memang tidak dikejar apa-apa, dengan tenang menikmati proses membuat lagu, membicarakan lirik, bongkar pasang aransemen atau sekedar kumpul-kumpul saja, latihan biasanya,” ujar Danu.

Tashoora konsisten memperkenalkan musiknya dari panggung ke panggung di area Yogyakarta dan beberapa lokasi di luar Yogyakarta. Pada Oktober 2018, Tashoora menggelar private showcase yang diberi nama "Ruang Pertama Tatap Muka". Gelaran ini berlangsung di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Yogyakarta. Dari sini, Tashoora merilis album mini Ruang.

"Awalnya kami mau merekam mini album ini secara live di studio, mengundang 15-20 orang untuk menyaksikan prosesnya, tapi setelah kami bicarakan dengan tim produksi Tashoora, idenya justru berkembang," kata Gusti.

"Alih-alih meringkuk di studio rekaman, kami ingin menikmati proses rekam suara bercampur panas peluh keringat manusia, mencoba untuk menukar dinding ruang biasa dengan tatap muka," imbuh Danang.

Degup Detak Records asal Yogyakarta bekerja sama dengan Juni Records dan Nadarama Recording merilis mini album Ruang. Album ini dilepas dalam bentuk CD dan digital music platform pada Jumat, 14 Desember 2018. Lima lagu dalam album Ruang juga akan dirilis dalam bentuk live performance melalui YouTube Tashoora yang diunggah dalam periode mingguan.
 


(ELG)