Raisa dan Sandhy Sondoro Ikut Tolak RUU Permusikan

Cecylia Rura    •    06 Februari 2019 13:35 WIB
Kisruh RUU Permusikan
Raisa dan Sandhy Sondoro Ikut Tolak RUU Permusikan
Raisa (Foto: Medcom/Cecylia)

Jakarta: Musisi Sandhy Sondoro mengikuti polemik RUU Permusikan yang meresahkan musisi. Musisi kelahiran Jakarta ini turut menyuarakan penolakan terhadap RUU Permusikan yang memuat pasal-pasal kontroversial.

"Saya penyanyi, pencipta lagu dan produser musik yang punya sertifikasi dari Hamburg Germany di bidang intern architecture, juga ikut tolak RUU Permusikan dengan isi yang sekarang. Namun RUU Permusikan yang melindungi Hak Cipta saya setuju," tulis musisi berusia 45 tahun itu melalui akun Twitter @SondoroMusic, Rabu, 6 Februari 2019.

Pernyataan ini muncul menanggapi cuitan Kill The DJ, nama alias dari musisi Marzuki Mohamad pada Senin, 4 Februari lalu.

"Aku enggak bisa memainkan alat musik, menulis notasi, tapi aku bisa membuat lagu, mengambil budaya luar (hip-hop) dan mencampurkannya dengan budaya Jawa, separuh bumi sudah aku kelilingi berkendara karya musikku membawa nama Indonesia. Aku ikut #TolakRUUPermusikan," tulis @killthedj, Senin, 4 Februari 2019.




Solois Raisa Andriana juga menyuarakan aksi tolak RUU Permusikan. Dalam pernyataannya, pelantun Jatuh Hati itu menentang pasal yang membatasi musisi menggali kreativitas. Poin ini dimuat dalam dalam Pasal 5 dalam RUU Permusikan terkait Proses Kreasi.

"Kebebasan berekspresi itu merupakan esensi dari berkarya, dan undang-undang harusnya melindungi itu, bukan malah sebaliknya," bunyi pernyataan Raisa dalam media sosial, Selasa, 5 Februari 2019.



Kisruh RUU Permusikan tidak hanya memantik amarah tetapi turut memecah belah musisi. Ada yang meminta RUU direvisi, ada yang meminta RUU dibatalkan. Hal ini dikarenakan sejak awal merumuskan naskah akademik tidak melibatkan seluruh elemen pelaku di industri musik sehingga banyak pasal yang dirasa tumpang tindih bahkan berpotensi pasal karet.


(ELG)