Payung Teduh Kembali ke Nafas Teater lewat Proyek Album Terbaru

Purba Wirastama    •    27 Maret 2018 16:26 WIB
payung teduh
Payung Teduh Kembali ke Nafas Teater lewat Proyek Album Terbaru
Grup musik pengiring pementasan Dedes dari Teater Pagupon di Taman Ismail Marzuki Jakarta, Kamis, 8 Maret 2018 (instagram @teaterpagupon)

Jakarta: Payung Teduh sedang menyiapkan album kolaborasi yang materinya berasal dari pementasan ke-100 Teater Pagupon Jakarta. Proyek terbaru ini mereka maknai sebagai titik kembali Payung Teduh ke teater tempat mereka bertemu.

Dalam pementasan berjudul Dedes pada 8-9 Maret lalu, mereka terlibat sebagai grup pengiring musik bersama penyanyi Reda Gaudiamo, sejumlah penyanyi dari grup Backing Soda, serta tiga penyanyi dari Teater Pagupon. Mereka membawakan 13 komposisi lagu yang semua liriknya digarap penulis naskah dan sutradara Dedes, Catur Ari Wibowo alias Ketjak.

Lagu-lagu itulah yang akan digubah ulang untuk album kolaborasi terbaru. Rossi, pemain drum ekstra untuk Payung Teduh formasi baru, akan menjadi produser. Yogi Sumule dan Reda bertindak sebagai produser eksekutif.

"Ini bukan original soundtrack, belum pasti judulnya, tetapi ini album dari pertunjukan Dedes, yang aransemennya dibuat ulang demi sesuai dengan (konsep) bahwa ini bukan lagu teater, tetapi lagu dari pertunjukan itu yang nanti berbentuk karya baru, yang mana di dalamnya ada Payung Teduh," kata Yogi kepada Medcom.id saat dihubungi melalui telepon, Selasa, 27 Maret 2018.

Menurut Yogi, setelah Is dan Comi keluar dari grup, Payung Teduh kembali ke jalan mereka semula di musik teater. Salah satu wujudnya adalah keterlibatan mereka di teater Dedes, yang dilanjutkan dengan proyek album musik studio.

"Pasca keluarnya Is, sambil mencipta lagu-lagu baru, Payung Teduh kembali ke khittah (jalan) mereka berteater. Di pertunjukan itu, mereka membawakan musik yang menjadi bagian dari teater," ujar Yogi.

"Karena tradisinya memang seperti itu. Bisa dibilang, saat Teater Pagupon di bawah Ketjak, mereka selalu menghasilkan musik-musik yang baik. Bungabel yang adalah grup musik dari Pagupon akan merilis album mereka dalam waktu dekat. Demikian juga dengan Backing Soda, tetapi mereka sedang mencari nama baru. Jadi pada dasarnya, saat ini Payung Teduh kembali berteater," jelas Yogi.

Tidak semua materi lagu dalam album ini baru. Yogi menyebut bahwa dua lagu berasal dari Bungabel dan sisanya adalah komposisi baru yang berangkat dari potongan dialog naskah teater Dedes. Semua liriknya ditulis oleh Ketjak.

Keterlibatan Ketjak dalam karya Payung Teduh juga bukan yang pertama. Sejak debut album Payung Teduh (2010), yang kemudian dikemas ulang dalam Dunia Batas (2014), Ketjak berkontribusi dalam penulisan lirik.

Rencananya, proses rekaman dilakukan pada awal April 2018. Album belum berjudul ini akan dirilis sebelum pertengahan Mei bulan berikutnya.

 


(ELG)