Mengenang 5 Lagu yang Ditulis Yon Koeswoyo

Agustinus Shindu Alpito    •    05 Januari 2018 14:53 WIB
yon koeswoyo
Mengenang 5 Lagu yang Ditulis Yon Koeswoyo
Yon Koeswoyo (Foto: medcom/elang)

Jakarta: Yon Koeswoyo telah berpulang, namun karyanya masih akan tetap hidup sampai kapanpun. Vokalis utama Koes Plus itu bukan saja mewarisi segudang album dengan karakter vokal yang khas, tetapi dia juga turut menyumbang sejumlah lagu-lagu dalam katalog lagu Koes Plus.

Koes Plus adalah grup yang masing-masing personelnya aktif menulis lagu. Hampir di setiap rilisan Koes Plus kita dapat menemui nama Yon sebagai penulis lagu. Hal itu membuktikan produktivitas dan musikalitas Yon yang sangat baik. Beberapa karya yang ditulis Yon bahkan menjadi hit Koes Plus dan masih kerap diputar hingga saat ini.

Senandung Senja Yon Koeswoyo

Medcom.id merangkum lima lagu yang pernah ditulis oleh Yon dan dirilis dalam berbagai album Koes Plus. Lima lagu ini menunjukan bagaimana Yon mampu mengemas berbagai gagasan dan hal sederhana ke dalam melodi yang ringan, mudah diingat, dan tak lekang oleh waktu.


Bunga di Tepi Jalan

Lagu ini terdapat dalam album Volume 4: Bunga di Tepi Jalan yang dirilis pada 1971. Sampai hari ini, Bunga di Tepi Jalan masih kerap terdengar. Hal itu adalah bukti Yon mampu menulis sebuah lagu yang abadi dengan premis yang sederhana. Pada 2004, Erwin Gutawa merilis sebuah album berjudul Salute to Koes Plus/Bersaudara. Lagu Bunga di Tepi Jalan masuk ke dalam album itu dengan aransemen baru dan dinyanyikan oleh Duta “Sheila on 7.”

Bilakah Kau Pulang

Sebuah lagu dengan aransemen yang brilian. Menghadirkan sisi aransemen yang melankoli sekaligus up beat pada satu bagian utuh lagu. Seperti Bunga di Tepi Jalan, lagu ini juga dipilih Erwin untuk masuk ke dalam album Salute to Koes Plus/Bersaudara. Audy mendapat kehormatan membawakan ulang lagu ini dengan aransemen yang lebih modern. Lagu asli Bilakah Kau Pulang terdapat dalam album Volume 2 yang dirilis pada 1970.

Hidup yang Sepi

Bass line pembuka lagu ini sangat ikonik. Hidup yang Sepi terdengar seperti lirik folk yang dinyanyikan oleh seorang yang sungguh kesepian. Entah bagaimana cara Yon dalam menulis lagu ini, aransemen dan melodi Hidup yang Sepi terdengar sangat manis di telinga. Mudah diresapi dan dinyanyikan kembali. Di balik kesedihan yang tersurat di awal lagu, Yon juga menambahkan lirik bernada harapan pada bagian reff lagu. Hidup yang Sepi terdapat dalam album Volume 2 yang dirilis pada 1970.

Kota Lama

Koes Plus memang dikenal sebagai grup yang mampu menembus sekat genre. Mereka punya katalog lagu dengan aransemen yang lengkap, mulai dari pop, rock & roll hingga dangdut. Lagu Kota Lama sendiri kental unsur musik mandarin. Lirik lagunya seperti membawa kita pada ingatan menelusuri kawasan Pecinan di kota-kota besar di Indonesia. Kota Lama terdapat pada album Volume 11 yang dirilis pada 1974.

She is The One

Pada era Orde Baru, Koes Plus mulai berani mengeksplorasi penulisan lagu berbahasa Inggris. Salah satunya album Another Song for You, yang dirilis pada 1974. Dalam album itu terdapat lagu berjudul She is The One. Nuansa The Beatles terdengar pekat dalam lagu ini. Yon menulis lirik lagu dengan sederhana, to the point dan mudah diserap oleh pendengar.






 


(ELG)

Nyawa Lain Yon Koeswoyo

Nyawa Lain Yon Koeswoyo

4 days Ago

Yon dan Koes Plus meninggalkan segudang warisan bagi generasi setelah mereka. Semasa jayanya, K…

BERITA LAINNYA