15 Ribu Penonton Hadir di JogjaROCKarta 2017

Agustinus Shindu Alpito    •    01 Oktober 2017 09:10 WIB
jogjarockarta
15 Ribu Penonton Hadir di JogjaROCKarta 2017
(Foto: IST)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: JogjaROCKarta 2017 berhasil digelar sesuai rencana, yaitu dua hari penyelenggaraan, pada 29 dan 30 September 2017, di Stadion Kridosono, Yogyakarta.

Selama dua hari, sebanyak 15 ribu orang hadir. Hal itu dikonfirmasi oleh CEO Rajawali Indonesia Communications (promotor JogjaROCKarta), Anas Syahrul Alimi.

"Hari pertama 10 ribu penonton, hari kedua sekitar 5 ribu penonton. Total kami harus menjual 15 ribu tiket, kami maksimalkan karena (meski tetap diselenggarakan) hari kedua, tetap lebih ramai hari pertama," ujar Anas.

Sebelumnya, pihak promotor sempat mendapat persoalan. Pada awalnya festival musik ini akan digelar di Stadion Kridosono. Namun, pihak promotor bersama pemerintah melakukan penjajakan agar acara dapat digelar di kawasan Candi Prambanan. Setelah lampu hijau didapat pihak promotor dari para instansi terkait, Rajawali Indonesia Communications langsung menyiapkan segala kebutuhan teknis. Saat panggung sudah dibangun dan segala hal disiapkan, dua hari sebelum penyelenggaraan pihak promotor mendapat kecaman dari Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI).

IAAI melayangkan protes jika festival musik digelar di kawasan Candi Prambanan, atas dasar alasan teknis yang menurut mereka gelombang suara dan tingkat kebisingan dari amplifier panggung dapat memicu terjadi kerusakan struktur bangunan candi.

"Mereka menuntut untuk mengadakan kajian (seputar dampak dari kebisingan di area candi), tetapi yang seharusnya melakukan kajian bukan kami, tetapi mereka. Direktorat Kebudayaan yang seharusnya melakukan kajian ilmiah boleh atu tidaknya sebuah konser (di lingkungan candi). Yang disayangkan adalah kenapa surat protes itu baru dikeluarkan H-3. Kenapa enggak jauh-jauh hari? Misalnya H-2 minggu. Ada satu pertanyaan besar, ada apa?" ujar Anas.

Anas mengatakan bahwa keinginannya agar festival musik diselenggarakan di kawasan Candi Prambanan tidak lain untuk mendorong potensi pariwisata. Dia bahkan mengutip pandangan Dream Theater yang mengaku sempat girang saat mengetahui area Candi Prambanan menjadi tempat mereka tampil.

"Kemarin kami dengar statement langsung dari Dream Theater, dia baru pertama ini menemukan sebuah venue yang sangat indah (Candi Prambanan). Selama ini dia belum pernah konser di tempat seperti itu. Dan dia mengutarakan kekecewaannya karena tidak jadi konser di Candi Prambanan."

Di waktu yang akan datang, Anas masih berharap festival musik JogjaROCKarta bisa diselenggarakan di Candi Prambanan. Namun pihaknya tidak ingin gegabah lagi dengan polemik yang ada.

"Yang pasti kalau ada tingkat kepastian yang tinggi tetap berharap diadakan di Candi Prambanan."


(DEV)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

5 days Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA