Megadeth Maksimal di Jogjarockarta

Agustinus Shindu Alpito    •    28 Oktober 2018 10:43 WIB
Jogjarockarta 2018
Megadeth Maksimal di Jogjarockarta
Megadeth saat tampil di hadapan 15 ribu penonton Jogjarockarta di Stadion Kridosono, Sabtu, 27 Oktober 2018. (Foto: Istimewa)

Yogyakarta: Megadeth merupakan keluarga "The Big Four" paling sering datang ke Indonesia. Dari empat kali kedatangan, dua di antaranya Megadeth tampil di luar Jakarta. Pada Sabtu, 27 Oktober 2018, Megadeth tampil di Stadion Kridosono, Yogyakarta dalam festival musik rock Jogjarockarta.

Dave Mustaine hadir di Jogja sejak Kamis, 25 Oktober. Kedatangan lebih awal bukan mereka lalukan untuk plesir, tapi untuk mempersiapkan konser agar maksimal. Pada Jumat sore, H-1 konser,  Dave turun tangan langsung untuk memimpin sound check. Dari sini kita melihat bagaimana grup berusia 35 tahun itu sangat detail untuk urusan penampilan.

Beredar juga kabar bagaimana Dave sangat memperhatikan hal kecil saat sound check. Dia mengatur ketinggian stand microphone seluruh personel Megadeth, hingga mengatur tata letak pengeras suara yang mungkin akan menghalangi penonton saat melihat aksi panggungnya. Semua itu tidak luput dari perhatian Dave.


(Foto: Agustinus Shindu Alpito)

Jogjarockarta sejak tahun pertama punya konsep unik soal tata panggung. Mereka menggelar dua panggung, satu untuk para penampil lokal, satu lagi untuk band utama.

Hasil dari etos kerja Dave untuk urusan panggung berbuah manis di Yogyakarta. Sependengaran kami, Megadeth mampu memproduksi suara yang sangat baik. Terdengar pas. Detail-detail suara tersampaikan dengan baik.


(Foto: Agustinus Shindu Alpito)

Pada awal penampilan, Dave mengatakan bahwa mereka rela terbang jauh-jauh dari Amerika ke Indonesia untuk satu kali konser. Ini menunjukan bagaimana Dave menganggap penggemarnya adalah sesuatu yang sangat penting.

Benny, seorang wartawan senior sekaligus penggemar sejati Megadeth yang ikut menyaksikan Megadeth di Jogjarockarta punya pandangan tersendiri atas sosok Dave yang unik itu.

"Dalam wawancara dengan Billboard, Dave sempat bilang bahwa selama bernapas, Megadeth akan datang ke manapun mereka diinginkan," ujar Benny mengomentari bagaimana sang legenda yang saat ini berusia 57 tahun, namun masih tetap setia menyambangi penggemarnya yang tersebar di penjuru-penjuru dunia.


(Foto: Agustinus Shindu Alpito)

Anas Syahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia Communication, usai penampilan Megadeth mengatakan bahwa pihaknya baru dikabari bahwa aksi Megadeth di Kridosono adalah penutupan dari tur album Dystopia mereka. Sebuah album yang membawa mereka meraih Grammy Awards untuk pertama kali setelah lebih dari 30 tahun bermusik.

Kilas balik ke tahun 1983, saat itu Dave dipecat oleh Metallica karena alasan sikapnya yang sering kelewat batas, kecanduan alkohol dan narkoba. Sebuah peristiwa yang benar-benar mengubah hidup Dave. Saat itu Dave sangat terpuruk. Dia merasa tidak pernah diperingatkan sebelumnya dan tidak pernah mendapat kesempatan kedua. Telak.


(Foto: Agustinus Shindu Alpito)

Belum selesai sampai di situ, Metallica bukan dengan pesawat memulangkan Dave ke California dari New York. Melainkan dengan bus. Lagi-lagi, sebuah perlakuan yang menyakitkan.

Rasa sakit hati itu pada akhirnya membawa Dave pada motivasi untuk "mengalahkan" Metallica.

Dalam perjalanan bus yang membosankan, Dave memutuskan untuk menulis lirik pada secarik kertas. Halaman utama kertas itu bertuliskan pesan dari Senator Alan Cranston, "The arsenal of megadeath can't be rid."

Kata "megadeath" menginspirasi Dave. Dia merasa itu adalah idiom yang bakal keren jika jadi nama band metal. Akhirnya, Dave menghilangkan huruf "a" pada "death," hingga jadi "megadeth."

Dalam perjalanannya, cita-cita Dave terwujud. Megadeth jadi salah satu band paling berpengaruh dalam ranah thrash-metal. Layak bersanding dengan Metallica yang pernah mencampakannya. Lebih baiknya lagi, dalam beberapa kesempatan Dave mengaku sudah "move-on" dari peristiwa menyakitkan itu.


(Foto: Agustinus Shindu Alpito)

15 ribu penonton Jogjarockarta jadi saksi bagaimana Dave bersama Megadeth tampil maksimal di hadapan mereka. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo jadi salah dari belasan ribu penonton.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sebelumnya diundang langsung oleh Megadeth via Twitter, berhalangan hadir. Namun, Jokowi memberikan pesan video yang diputar sesaat sebelum Megadeth tampil.

"Saya penggemar Megadeth, band rocknya Dave Mustaine, saya suka lagu Sweating Bullets, Ashes In Your Mouth, dan Wake Up Dead, tapi enggak tahu nanti dimainkan atau tidak. Selamat menonton semuanya," ucap Presiden ke-tujuh Indonesia itu.

Dua dari lagu yang disebut Jokowi pada akhirnya dimainkan oleh Megadeth, yaitu Sweating Bullets dan Wake Up Dead.

Selain itu, mereka membawakan antara lain Hangar 18, Tornado of Souls, Threat is Real, The Conjuring, A Tout Le Monde, Trust, dan tentu saja Dystopia.

Holy Wars...The Punishment Due dari album Rust In Peace dipilih Dave sebagai tanda perpisahan mereka.

Sampai jumpa lagi, Megadeth!
    

 


(DEV)

Kaca Benggala Polemik Jerinx SID dan Via Vallen

Kaca Benggala Polemik Jerinx SID dan Via Vallen

1 day Ago

Dapat disimpulkan, Jerinx adalah korban dari sikap 'lancang' Via Vallen dan beberapa pe…

BERITA LAINNYA