Festival Musik Independen Terbesar di Indonesia Segera Digelar

Agustinus Shindu Alpito    •    23 Agustus 2016 17:32 WIB
band indie
Festival Musik Independen Terbesar di Indonesia Segera Digelar
Sychronize Fest (Foto: Dok. Dyandra)

Metrotvnews.com, Jakarta: Promotor Dyandra Promosindo bekerjasama dengan label rekaman demajors menggelar sebuah festival musik yang mengakomodasi penyanyi dan grup musik sidestream. Mengusung nama Synchronize Festival, pesta musik itu digelar tiga hari berturut-turut, yaitu pada 28, 29, 30 Oktober 2016 di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta.

"Kami anggap musik indie itu memiliki komunitas yang kuat. Basis komunitas bisa jadi platform yang kuat untuk promosi. Selama ini festival yang ada, promotor mendatangkan musik (penyanyi, band) luar negeri. Terus kapan untuk musik Indonesia?" kata Muhammad Riza, Director Dyandra Promosindo, dalam jumpa pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (23/8/2016)

Synchronize Fest 2016 menyuguhkan lima panggung. Empat panggung utama, dan satu panggung yang dikonsep sebagai gig kecil seperti di bar atau kafe.

Tidak tanggung-tanggung, dipastikan lebih dari 100 band akan tampil selama tiga hari penyelenggaraan. Menariknya penyelenggara tidak membatasi jenis musik yang ditampilkan.

"Yang membedakan festival ini dengan festival musik lain, tujuan utamanya adalah mewadahi local talent, local act. Festival musik yang ada pada saat ini seakan-akan terpaku pada international act," kata Kiki Ucup, Program Director Synchronize Festival 2016.

Sejauh ini, band dan musisi yang dipastikan terlibat adalah The Authentics, Besok Bubar, Monkey Boots, Kelompok Penerbang Roket, Barasuara, Sweet As Revenge, Ras Muhamad, Teenage Death Star, Payung Teduh, Superglad, Dead Vertical, Deadsquad, Blackteeth, Scaller, Sova, Begundal Lowokwaru, Sentimental Moods, Danilla, Down For Life, Tulus, Navicula, Pure Saturday, dan The Flowers.

Secara berkala penyelenggara akan merilis lebih banyak lagi daftar penampil yang terkonfirmasi.

David Karto, Festival Director Synchronize Fest sekaligus Managing Director demajors, menganggap bahwa Sychronize Fest bukan sekadar acara musik. Ke depannya acara ini diharap menjadi suguhan baru di dunia pertunjukkan musik Indonesia, sekaligus bukti bahwa industri musik sidestream atau biasa disebut independen memiliki kekuatan yang layak diperhitungkan dan diberi wadah.

“Kalau kita tidak mulai mewadahi local act, kapan lagi? Ini adalah movement lintas genre. Ini bukan sekadar festival, ini movement,” kata David.

Tiket festival ini dijual dalam tiga kategori, yaitu Limited Early Bird (3 Days) Rp365 ribu, Daily Regular Rp200 ribu, dan Early Entry Daily (sebelum pukul 15:00) Rp145 ribu.

 


(ELG)