Jubing Kristianto Bangkitkan Lagu-Lagu Hit JK Records di Album Kasmaran

Elang Riki Yanuar    •    27 November 2018 17:49 WIB
Jubing Kristianto
Jubing Kristianto Bangkitkan Lagu-Lagu Hit JK Records di Album Kasmaran
Jubing Kristianto bersama Sevi Xiu dan Reda Gaudiamo (Foto: dok. JK Records)

Jakarta: Gitaris Jubing Kristianto merilis album terbaru yang diberi judul Kasmaran. Lewat permainan gitarnya yang khas, Jubing menerjemahkan ulang lagu-lagu yang pernah menjadi hit di JK Records, sebuah label musik yang berkiprah sejak 1980-an hingga sekarang.

Album ini memuat 14 lagu dengan dua lagu dinyanyikan oleh Reda Gaudiamo di lagu Tak Ingin Sendiri yang dulu dinyanyikan Dian Piesesha. Sementara Sevi Xiu menjadi kolaborator pada lagu Aku Cinta Padamu. Pemilihan lagu dilakukan oleh Jubing dan CEO JK Records, Leonard Kristianto

"Ide album ini pertama kali tercetus tahun 2016 dan sejak awal pula sudah terpikir untuk menggarapnya bersama Jubing. Dengan finger style-nya, Jubing menerjemahkan lagu-lagu JK menjadi sesuatu yang baru, segar, tanpa kehilangan jejak melodinya yang khas," kata Leonard Kristianto yang akrab disapa Nyo.

Album Kasmaran adalah album keenam Jubing Kristianto. Berbeda dari album-album Jubing terdahulu, kali ini semua lagu diambil dari lagu-lagu JK yang terkenal pada tahun 80-90-an.

"Siapa yang tidak kenal lagu JK di masa itu. Bagaimana dengan sekarang, dan apa yang harus dilakukan agar tetap terasa up-to-date adalah pekerjaan rumah saya," kata Jubing Kristianto.

Upaya JK Records Mempanjang Ingatan

Sejak dipercaya memegang kendali JK Records, Nyo memang terus melakukan perubahan. Dia terus berupaya membawa lagu-lagu lawas milik JK untuk diperkenalkan kepada generasi sekarang. Tentunya, agar menarik minat anak-anak muda, dia mengemas lagu-lagu lama itu dengan aransemen baru.

"Ketika mulai menangani JK Records, saya menemukan 12 ribu rekaman di arsip, dan semua dalam format analog. Berpindahnya teknologi dari analog ke digital membuat rekaman itu berada dalam kondisi kritis. Harus dilakukan tindakan untuk menyelamatkannya. Lagu-lagu JK adalah bagian dari sejarah musik Indonesia, dan rasanya perlu dikenalkan kepada generasi muda. Tetapi kami juga sadar, bahwa untuk membuat lagu-lagu ini menarik telinga anak muda, harus dibuat ulang, tidak bisa dilepas sebagaimana aslinya dulu," jelas Nyo.

 
(ELG)