Bupati Tersangka Korupsi Rita Widyasari Sempat Menjadi Produser Band Metal

Agustinus Shindu Alpito    •    27 September 2017 09:28 WIB
ott kpk
Bupati Tersangka Korupsi Rita Widyasari Sempat Menjadi Produser Band Metal
(Foto: Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemberitaan media semakin riuh dengan berbagai penangkapan dan penetapan tersangka yang dilakukan oleh KPK akhir-akhir ini. Menariknya, beberapa nama tersangka koruptor terakhir diisi oleh para pemimpin daerah. Salah satu yang terkini adalah Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.

Rita Widyasari bukan saja eksis di kancah politik tanah Borneo. Bupati yang kerap disanjung karena paras wajah itu juga kerap dipuji memiliki sikap terbuka terhadap dunia anak muda, khususnya di bidang musik. Bagaimana tidak, meski daerah yang dipimpinnya jauh dari pusat negara, tetapi dia mampu membuat sebuah festival musik skala akbar dengan mendatangkan sederet band kelas dunia. Mulai dari Sepultura, Helloween, FireHouse, Skid Row hingga Testament diboyong langsung ke Kutai Kartanegara untuk tampil di festival musik terbesar di tanah Kalimantan, Rock in Borneo.

Rock in Borneo sebelumnya dikenal dengan nama Kukar Rockin’ Fest, sebuah festival musik gebrakan Rita Widyasari yang diselenggarakan tanpa pungutan biaya kepada penonton alias gratis! Sebuah sejarah tersendiri tentu, bagaimana sebuah festival musik bertaraf internasional dengan penampil grup-grup musik ternama dunia tampil di kota Kabupaten dan dapat ditonton dengan cuma-cuma.

“Selama saya ada, konser Rock in Borneo akan selalu digelar gratis,” ujar Rita dalam konferensi pers Rock in Borneo 2017 di Kutai Kartanegara, seperti dilansir dari Tribun Kaltim.

Rock in Borneo kembali digelar pada tahun ini, tepatnya 23 September 2017, di Stadion Panahan, Tenggarong, Kutai Kartanegara. Kalimantan Timur. Pada tahun ini Skid Row menjadi bintang utama. Rita sendiri menjabat sebagai Eksekutif Produser dalam festival musik Rock in Borneo. Barangkali tahun ini adalah tahun terakhir Rita membesut festival musik yang dirintisnya itu. Selasa (27/9/2017), atau empat hari setelah Rock in Borneo 2017 digelar, Rita menjadi tersangka korupsi yang ditetapkan oleh KPK.

Sebenarnya, keharmonisan antara Rita dan dunia musik cadas tidak terbatas pada acara Rock in Borneo. Nama Rita juga terpampang pada album band metal asal Kalimantan, Kapital.

Rita tercatat sebagai Eksekutif Produser album Teror  dari Belantara milik Kapital. Bahkan titel “Rockin’ Women” disematkan di belakang nama Rita Widyasari pada bagian kredit album itu.



“Saya memang penikmat musik Metal, saya berusaha memberikan perhatian kepada anak metal dan menjadi pelopor bagi anak-anak metal yang kreatif di Kukar (Kutai Kartanegara)," ujar Rita soal dukungannya kepada Kapital dalam album Teror dari Belantara, seperti dilansir dari situs resmi humas Kabupaten Kutai Kartanegara.

Salah satu bagian terbaik dari album Teror dari Belantara adalah pada pesta peluncurannya, pada 2014. Album keempat Kapital itu dirilis dengan menghadirkan Municipal Waste sebagai bintang tamu.



Pesta peluncuran album yang spektakuler dan bersejarah itu terjadi di Rolling Stone Cafe, Jakarta Selatan, pada 15 November 2014. Pertemuan Municipal Waste - grup thrash dari Virginia, Amerika Serikat - dan grup metal asal Kalimantan itu terjadi atas dukungan penuh sang “Rockin’ Women.”

"KERASLAH terhadap segala bentuk kemalasan, kebodohan dan tidak BERBUAT APA-APA," pesan Rita yang tertulis pada sisi dalam sampul album Teror  dari Belantara.

Saat ini, Rita harus berjibaku di meja hijau untuk membuktikan fakta di balik titel tersangka yang disematkan kepadanya. Tentu Hotel Prodeo bukan tempat yang tepat bagi seorang “Rockin’ Women” untuk menikmati ganasnya distorsi gitar dan pukulan drum yang memekakkan telinga.

Namun jika sangkaan KPK atas keterlibatan Rita dalam kasus korupsi terbukti, apa boleh buat? Menikmati musik cadas di balik jeruji besi bisa jadi pengalaman baru bagi sang "Rockin' Women."

 


(DEV)