Tur Inggris dan Amerika, Speaker First Disebut Led Zeppelin-nya Indonesia

Elang Riki Yanuar    •    15 Mei 2018 14:43 WIB
musik indonesiaSpeaker First
Tur Inggris dan Amerika, Speaker First Disebut Led Zeppelin-nya Indonesia
Speaker First (Foto: Medcom/Elang)

Jakarta: Speaker First baru saja menjalani tur dua negara yakni Inggris dan Amerika. Dalam rangkaian tur bertajuk Break My Soul Part 1 itu, band asal Bandung ini tampil di enam kota.

"Ini kami baru banget dari London setelah tur Break My Soul part 1 kita dari Amerika, Los Angeles, Orange County, terus ke Liverpool Sound City Festival, lanjut ke Manchester balik lagi ke London. Total dua minggu kami jalan. 27 (April) kami berangkat," kata Athir vokalis Speaker First saat ditemui Bandara Soekarno-Hatta.  

Band yang sudah berusia 16 tahun ini pun merasa senang mendapat respons positif dari penonton di luar negeri. Bahkan, banyak orang-orang luar negeri menganggap band yang terdiri dari Mahatir Alkatiry (vokal), Beny dan Bony Barnaby (gitar) ini sebagai Led Zeppelin dari Indonesia.

"Yang bikin berkesan itu respons orang terhadap kami. Mereka bahasanya sama, you guys Led Zeppelin from Indonesia. Itu buat mereka. Tapi kalau kami sih hanya memainkan apa yang kami rasakan saja. Gue hanya bilang apa yang mereka bilang. Mereka bilang refreshing. Mereka bilang, 'sempat tidak yakin rock and roll ada lagi, sampai kami melihat kalian'. Jadi buat gue sih, jadi semangat saja sih."

"Tadinya kami mikir kalau musik rock and roll tuh exting-nya (tersingkirnya) di Indonesia saja. Ternyata di luar negeri pun begitu. Karena musik EDM lagi kencang banget. Solo artis sekarang sudah mulai gampang. Punya gitar akustik bikin di rumah terus jadi. Makanya mereka pas lihat full band, wah finally," ujarnya.

Seolah belum puas, band Asia pertama yang tampil di Woodstock pada 2017 ini hendak melanjutkan tur ke sejumlah negara Eropa lainnya setelah Lebaran. Sekarang, mereka hendak pulang ke rumah untuk fokus menjalani puasa sambil menyiapkan sejumlah materi baru.

"Sebenarnya mau lanjut lagi ke Eropa, tapi karena mau ramadan kami mau fokus puasa saja dulu. Balik dulu ke sini. Setelah ramadan, Agustus kami ke Eropa. Itu ada 23-30 titik. Hampir sebulan dan satu bulan setengah. Ada Norwegia, Jerman dan lain-lain," ucapnya.




(ELG)

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

3 days Ago

Dalam musik yang energik sekaligus kontemplatif yang diramu Tashoora, terlantun lirik-lirik pui…

BERITA LAINNYA