Keyboardist Gong 2000 hingga Once Terlibat dalam Konser Spesial Kelompok Penerbang Roket

Agustinus Shindu Alpito    •    18 Desember 2017 12:22 WIB
kelompok penerbang roket
Keyboardist Gong 2000 hingga Once Terlibat dalam Konser Spesial Kelompok Penerbang Roket
Kelompok Penerbang Roket dan para tamu spesial (Foto: A. Shindu Alpito)

Jakarta: Kelompok Penerbang Roket (KPR) baru saja menyelesaikan rekaman album live bertajuk KPR A Night At Schouwburg, pada Minggu, 17 Desember 2017, di Gedung Kesenian Jakarta. KPR merupakan grup musik kedua yang merekam album secara langsung di Gedung Kesenian Jakarta, setelah Naif melakukan hal yang sama dengan konsep acara serupa pada 2008. 

Harus diakui, jalan menuju konser spesial ini tak sepenuhnya mulus. Terutama soal persolan teknis penjualan tiket yang disebut tidak konsisten dalam penetapan harga, juga teknis proses pemesanan yang terkesan kurang persiapan. Namun, KPR bagai melesat ke angkasa dan tidak terjebak pada persoalan yang ada di luar panggung, pada malam itu.


Kelompok Penerbang Roket di Gedung Kesenian Jakarta (Foto: A. Shindu Alpito)

Tampil pukul 20:30 WIB, trio John Paul Patton alias Coki (vokalis, bassist), Rey Marshall (gitari) dan Viki Vikranta (drummer) menyalakan mesin roket mereka dengan Hujan Badai. Penonton yang tak terlampau banyak pun - sekitar 110 orang dari kapasitas gedung menampung 475 penonton - mulai teredengar bersorak-sorai.

Bagi grup yang baru berusia dua tahun ini adalah pengalaman yang sangat berharga, tampil di gedung pertunjukkan bersejarah dengan rencana dibuatkan album live. Sangat terasa bagaimana KPR membawakan lagu demi lagu dengan hati-hati.

KPR tidak melakukan banyak aransemen ulang pada inti lagu, tetapi mereka menambahkan beberapa bagian pada beberapa awal lagu dengan "jamming" yang juga menyiratkan bagaimana dua tahun bersama membuat mereka sangat padu meramu musik.

KPR membawakan beberapa lagu di luar album mereka, yaitu Neraka Jahanam  dan Pencarter Roket  dari Duo Kribo, grup yang turut menginspirasi mereka.  Pada bagian ini, KPR mengajak Absar Lebeh, gitaris Mooner yang juga kerap tampil membantu The SIGIT. Sayangnya, kehadiran Absar kurang memberi diferensiasi pada aransemen lagu yang dibawakan KPR.


Gitaris Absar Lebeh berkolaborasi dengan Kelompok Penerbang Roket (Foto: A. Shindu Alpito)

Setelah Absar, KPR memperkenalkan kolaborator berikutnya, Harry Anggoman. Pemain keyboard legendaris yang pernah memperkuat Gong 2000. Kehadiran Harry terdengar penting dalam struktur lagu KPR yang dibawakan malam itu. Dia mengisi bagian-bagian yang tidak terjangkau oleh tiga instrumen dasar yang dimainkan para personel KPR. Improvisasi Harry pun berkali-kali membuat penonton terkagum-kagum, salah satu yang paling impresif adalah bagaimana Harry mengisi bagian pada lagu Tanda Tanya.


Harry Anggoman dan Kallula menjadi tamu spesial konser Kelompok Penerbang Roket (Foto: A. Shindu Alpito)

Tidak ketinggalan, KPR juga mengajak Kallula dalam lagu Dimana Merdeka. Lagi-lagi, sangat disayangkan kolaborasi ini kurang terdengar maksimal.

Soal kolaborasi dalam konser ini seperti dibayar tuntas oleh Once. Mantan vokalis Dewa itu seperti menunjukkan kelasnya sebagai salah satu vokalis terbaik di Indonesia. Bagaimana Once membawakan lagu dan berinteraksi dengan penonton benar-benar membuat konser ini terasa hidup. Belum lagi, karakter vokal Once tepat dengan karakter lagu Berita Angkasa  yang menuntut vokalis bernyanyi pada nada tinggi.


Once tampil impresif membawakan lagu Berita Angkasa

KPR juga membawakan lagu Malam Jumat Kliwon  yang dipopulerkan oleh Orkes Moral Pengantar Minum Racun. Salah satu aransemen ulang yang paling kontras terdengar pada lagu Let Us Dance Together. KPR menyebut aransemen itu dengan istilah Fast Dut, yaitu interpretasi mereka terhadap musik dangdut dengan kacamata rock.

Konser berlangsung selama 1,5 jam dengan total 20 lagu dibawakan. Nantinya hasil rekaman konser ini akan dirilis dalam bentuk album dalam ragam format, termasuk piringan hitam.
 


(DEV)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

4 days Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA