Suguhan Manis Lamp di Jakarta

Agustinus Shindu Alpito    •    18 Oktober 2018 11:05 WIB
konser musikband indie
Suguhan Manis Lamp di Jakarta
Konser Lamp di Jakarta, Rabu, 17 Oktober 2018 (Foto: Medcom.id/Shindu Alpito)

Jakarta: Rabu, 17 Oktober 2018, grup pop asal Jepang, Lamp, tampil di Jakarta. Tepatnya di Rossi Musik, Fatmawati. Ini adalah kali pertama mereka tampil di Indonesia. Tajuk 
A distant shore, Lamp live in Jakarta dipilih sebagai perjumpaan manis Lamp dengan penggemarnya di sini.

Nama Lamp memang tak terlalu terdengar di sini secara umum, namun bagi mereka yang mengikuti perkembangan musik indie global, tentu sudah tidak asing lagi dengan grup ini. 

Dari pengamatan Medcom.id, mereka yang hadir merupakan penggemar yang cukup militan. Hal itu ditandai dengan berbagai obrolan di luar venue seputar grup ini. Juga ragam merchandise yang diserbu penggemar meski dijual dengan harga yang tidak murah. Untuk CD Lamp yang dicetak di Jepang, piringan hitam 7" dan piringan hitam album Her Watch, dijual dengan rentang harga Rp200-Rp400 ribuan. Sedangkan album Her Watch versi pasar Indonesia yang dirilis Ivy League Music, dijual dengan harga Rp75 ribu. 

Kedatangan Lamp ke Jakarta diakomodasi oleh promotor Lokatara yang bekerjasama dengan Ivy League Music. 

Lamp tidak sendirian malam itu, ada dua band yang tampil sebelum mereka. Pertama, Crayola Eyes, disusul penampilan dari Mondo Gascaro.

Satu hal menarik dari konser Lamp adalah kehangatan yang terbangun, meski terhalang masalah bahasa. Suasana yang diciptakan Lamp lewat musik-musiknya yang begitu membuai. 

Para personel Lamp terdengar tidak terlalu fasih berbahasa Inggris, lagu-lagu mereka pun nyaris seluruhnya berbahasa Jepang. Tapi, apa peduli. Musik yang mereka bawakan lebih dari cukup untuk sekadarnamun hal itu bukan berarti tidak bisa dinikmati penonton. Sepanjang konser para penonton terus saja bernyanyi bersama.

Lamp tidak hanya menyuguhkan lagu-lagu dari album baru mereka, Her Watch, tetapi juga repertoar lain dari album-album terdahulu, singel memikat Hirogaru Namida dan Kaze No Gogo Ni.

Setelah berjalan sekitar dua jam, Lamp menutup aksinya dengan 1998, hit yang berasal dari album Her Watch. Namun para penonton tidak ingin merelakan Lamp berlalu begitu saja di hadapan mereka. Tuntutan encore pun dipenuhi. Tak kuasa menolak, Lamp akhirnya memberikan dua lagu tambahan, Fantasy dari album Her Watch dan sebuah singel dari album Koibito He.

Usai tampil, Lamp menyempatkan diri untuk bertemu penggemarnya dalan sesi tandatangan. 

Lewat konser Lamp kita lagi-lagi disadarkan bahwa musik adalah bahasa universal, tanpa peduli apa warna kulit dan bahasa yang digunakan.






(ASA)