Setelah Kematian Chester Bennington, Masa Depan Linkin Park Abu-abu

Cecylia Rura    •    04 April 2018 07:00 WIB
linkin park
Setelah Kematian Chester Bennington, Masa Depan Linkin Park Abu-abu
Mike Shinoda (Foto: gettyimages)

Jakarta: Mike Shinoda tak memiliki bayangan soal masa depan Linkin Park setelah kematian Chester Bennington pada 20 Juli 2017.

Sejak Chester ditemukan tewas bunuh diri, penggemar banyak melemparkan pertanyaan terkait masa depan band rock yang tenar sejak era 90-an tersebut.

Dalam wawancaranya bersama media Vulture pada Maret lalu, Shinoda belum bisa memberikan keterangan kondisi terkini Linkin Park.

"Benar-benar tidak ada jawaban, dan lucu rasanya, jika saya bahkan mengatakan sesuatu tentang masa depan Linkin Park, kemudian menjadi berita utama, tampak konyol karena jawabannya adalah tidak ada jawaban," kata musisi yang sejak awal berada di Linkin Park bersama Rob Bourdon.

"Penggemar berpikir mereka ingin tahu apa yang akan terjadi: Percayalah, aku (juga) ingin tahu jawabannya. Namun, belum ada."

Mike merilis album solo Post Traumatic sebagai bentuk penghormatan kepada Chester Bennington. Album Post Traumatic bercerita tentang perjalanan keluar dari duka dan kegelapan, bukan menuju ke sana.

"Jika orang-orang melalui pengalaman yang sama, alu berharap mereka tidak merasa sendirian. Jika mereka belum pernah mengalami hal ini, aku berharap mereka merasa bersyukur," ungkap Mike Shinoda.

Post Traumatic akan dirilis resmi pada 15 Juni mendatang melalui distribusi Warner Bros dan sudah dapat dilakukan pemesanan mulai Maret. Saat pengumuman album terbaru, Mike ikut melepas dua singel dalam album sebagai perkenalan, Crossing A Line dan Nothing Makes Sense Anymore.



 


(ELG)