Gaya Bermusik Marcell Siahaan Dipengaruhi Boyz II Men

Patricia Vicka    •    21 Agustus 2016 09:13 WIB
marcell siahaan
Gaya Bermusik Marcell Siahaan Dipengaruhi Boyz II Men
Marcell Siahaan (Foto: Metrotvnews/Patricia)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Penyanyi pop Marcell Siahaan yang turut mengisi acara di panggung Indihome Prambanan Jazz 2016 tampak terpukau menyaksikan penampilan idolanya, Boyz II Men.

Bukan sekadar menganggumI. Di mata Marcell, Boyz II Men turut memberi warna dalam gaya bermusiknya.

"Saya senang sekali bisa manggung di Prambanan Jazz dan bisa menyaksikan grup vocalis favorit saya. Ketiganya sangat mempengaruhi gaya musik saya selama ini," tuturnya kepada Metrotvnews.com.

Aksi panggung Boyz II Men memang sukses menggetarkan panggung Indihome Prambanan Jazz 2016 hari pertama yang berlangsung pada 20 Agustus malam.

Trio vokalis asal Amerika Serikat, Nathan Morris, Shawn Stockman, dan Wanya Morris tampil memukau.

Mereka memasuki area panggung tepat pukul 22.00 WIB, ketiganya membuka acara dengan pemutaran sound single-single hits favorit.

Penonton sebelumnya sempat terkecoh dengan bertepuk tangan meriah menyambut ketiganya. Namun, tak tampak sosok ketiganya di panggung. Tiba-tiba ketiganya masuk panggung dan langsung menggebrak suasana dengan irama beat lagu On Bended Knee.

Ketiganya yang kompak mengenakan baju serba putih bernyanyi dan menari dengan energetic. Lagu kedua berjudul  Its So Hard to say Goodbye to Yesterday semakin menambah semarak suasana.

Penonton yang telah larut dalam suasana makin riuh dan bertepuk tangan histeris menyambut trio legendaris yang pernah menyabet empat penghargaan Grammy ini.

Usai mendendangkan lagu kedua, Nathan menyapa penonton sambil memperkenalkan kedua rekannya dan tim pemusik.

"Halo, apakah semuanya baik-baik saja. Saya akan memperkenalkan partner terbaik saya, Shawn Stockman, dan Wanya Morris," tutur Nathan Morris.

Usai berkenalan ketiganya kembali melanjutkan penampilan. Lagu demi lagu dibawakan dengan sempurna. Sedikitnya sembilan lagu dibawakan, antara lain 4 seasons of loneliness,  the color of love dan I"ll make love to you.

Selama beraksi, stamina ketiganya stabil seperti tak ada habisnya. Nathan, Shawn dan Wanya tak berhenti mondar-mandir ke kanan dan kiri panggung dan bergoyang sambil bernyanyi. Sesekali mereka mengajak penonton bertepuk tangan dan bernyanyi.

Terakhir sebagai penutup, trio yang populer di era 90an ini mendendangkan lagu End Of The Road. "Lagu terakhir ini kami persembahkan untuk negeri Indah ini," teriak Wanya.

Hentakan musik RnB langsung terdengar memecah keheningan malam pelataran Candi Prambanan Yogyakarta. Wanya maju ke depan panggung dan langsung mengajak penonton maju ke depan untuk ikut berjoged bersamanya.

"Come here to me. Sing with us," ajaknya.

Penonton yang sedari tadi hanya duduk dan berdiri di tempatnya berhamburan maju ke depan panggung. Mereka hanyut berdendang sambil menari mengikuti irama beat di dekat panggung. Sangat dekat dengan trio legendaris ini dan hampir tak ada jarak memisahkan.

Lagu berakhir diiringi dengan sorak gembira dan tepuk tangan meriah penonton. Trio beraliran RnB dan blues ini pamit undur diri sambil melambaikan tangan.


(DEV)