Cerita di Balik Kesuksesan Lagu Melayang January Christy

Agustinus Shindu Alpito    •    17 September 2016 11:39 WIB
january christy
Cerita di Balik Kesuksesan Lagu Melayang January Christy
Deddy Dhukun dan Dian Pramana Putra (Foto: ANTARA/FANNY OCTAVIANUS)

Metrotvnews.com, Jakarta: Karier January Christy semasa hidupnya melejit antara lain lewat singel Melayang yang ditulis oleh Dian Pramana Poetra dan Deddy Dhukun.

Dengan aransemen jazzy, lagu Melayang nyatanya mampu mengikat penggemar musik Indonesia pada zamannya. Penyelenggara BASF Awards (ajang penghargaan musik bergengsi pada waktu itu) bahkan membuka kategori baru, Pop Jazz, untuk mengakomodasi gaya musik yang dibawakan January Christy.

Metrotvnews.com menghubungi Deddy Dhukun dan Dian Pramana Poetra, sosok di balik lahirnya lagu Melayang. Dari penuturan keduanya, terungkap bahwa lagu Melayang ditulis untuk menyindir para pengguna narkoba yang jamak di masa itu, era 1980-an.

"Kebetulan produser waktu itu bilang kurang satu lagu untuk January Christy. Akhirnya saya sama Dian Pramana Poetra ambil dari stok lagu yang sudah ada, karena belum ada liriknya, kami bikin langsung di studio dan jadi lagu Melayang," kata Deddy Dhukun kepada Metrotvnews.com.

Baca: January Christy Meninggal

"Melayang itu bercerita tentang orang yang sedang terkena 'asap nirwana' alias ganja. Intinya narkoba. Saya pikir January Christy jarang membawakan lagu cinta dan saya rasa lagu seperti ini cocok dia bawakan," ujarnya.

Tak disangka, lagu yang liriknya ditulis secara spontan itu justru meledak dan melejitkan nama January Christy. Lebih dari itu, Melayang mendapat sederet penghargaan.

"Album pertama dia meledak dan penjualan tertinggi untuk album genre itu. Di situlah musik pop jazz diterima dan industri musik Indonesia berubah dengan adanya January Christy," lanjut Deddy.

Sosok lain di balik Melayang, Dian Pramana Poetra, juga mengakui bahwa lagu itu menceritakan jerat 'asap nirwana' yang dikonotasikan sebagai narkoba. Dian dan Deddy merasa perlu menyorot realita sosial di zaman itu, di mana narkoba membelenggu generasi muda.

"Kami prihatin melihat lingkungan kami yang semuanya nge-drugs. Sudah ada nabi-nabi yang mengingatkan manusia, namun tidak mempan. Akhirnya kami himbau dengan lagu, Deddy Dhukun bikin liriknya dengan ajaib. Saya ingat dulu kami bikin lirik di studio langsung, dan kami bercanda matanya juling-juling seolah-olah kami sedang 'melayang," kenang Dian.

Baca: January Christy Si Biduan Pemalu

Dian menceritakan bahwa pada awalnya, tim di balik album January Christy khawatir jika karyanya gagal menembus pasaran. Mengingat January mendobrak pasar dengan gaya musik yang berbeda dari gaya musik yang laku di pasaran pada masa itu.

"Pada masa lalu itu, musik jazz sulit diterima. Sehingga waktu kami mengeluarkan album Melayang, produser, arranger, dan pencipta lagu khawatir. Tetapi Tuhan membukakan pintu langit untuk kami, bahkan hingga mendapat award untuk kategori pencipta lagu, penulis lirik, dan penjualan album terbesar,” tukas Dian.

January Christy menghembuskan nafas terakhir pada Jumat (16/9/2016) di RS Hasan Sadikin Bandung. Dia bukan hanya menghibur kita semua lewat suaranya yang merdu, tetapi turut memberikan kontribusi terhadap sejarah industri musik populer di Indonesia.



 
(ELG)