Simfoni Tarling, Bernostalgia dan Upaya Melestarikan Budaya

Elang Riki Yanuar    •    11 April 2017 19:53 WIB
seni dan budaya
Simfoni Tarling, Bernostalgia dan Upaya Melestarikan Budaya
Simfoni Tarling (Foto: dok. pribadi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sejumlah seniman Cirebon berhasil menggelar acara Simfoni Tarling pada 8 April 2017 di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Acara yang melibatkan ratusan pemain baik dari seniman asli Cirebon maupun dari luar ini membawa konsep pertunjukkan musik berskala nasional dengan rasa internasional.

Simfoni Tarling digelar oleh MESTI (Majelis Seni & Tradisi) Cirebon dan didukung Pesona Indonesia Kementrian Pariwisata. Pagelaran yang diiringi oleh Oeblet Tabuhan Nusantara Etnic Orchestra di bawah konduktor Kang Oeblet ini mengambil tema "Persembahan Cirebon untuk Nusantara."

Pementasan juga menampilkan sebuah pesan nostalgia bagi masyarakat Cirebon yang tinggal di Jakarta. Terlihat penonton sangat antusias menikmati lagu lagu yang dibawakan sejumlah artis Tarling papan atas seperti Mama Jana, Uun Kurniasih, Ningsih, Nunung Alvi, dan Diana Sastra.
 
"Kami ingin mempertunjukkan kepada masyarakat ibukota Jakarta bahwa panggung Simfoni Tarling ini membawa konsep pertunjukkan yang berbeda. Kami kemas Tarling ini lebih mewah dari pada di tanah asalnya. Dan yang penting Tarling bisa disukai generasi muda," kata Dedi Kampleng, sutradara Simfoni Tarling dalam keterangan tertulisnya.

Simfoni Tarling merupakan sebuah seni pertunjukan perpaduan antara orkestra dan original tarling yang berkolaborasi dengan seni tari, seni sastra dan multi media, serta berbagai seni lainya yang menjadi kekayaan nusantara.

"Pertunjukan ini hadir sebagai bentuk ikhtiar yang hendak mensejajarkan tarling di jalur musik nusantara. Sehingga tarling kini bukan semata milik masyarakat Cirebon, tetapi menjadi kesukaan dan kebanggaan masyarakat nusantara," terangnya.

Dedi menambahkan, Simfoni Tarling berupaya mengingatkan generasi muda untuk melestarikan budaya. Agar menarik, Dedi sengaja menyuguhkannya dengan kemasan yang lebih modern.

"Kami sadari, sebagai generasi penerus, kami masyarakat Indonesia memiliki tanggung jawab untuk melestarikan segala kesenian yang ada di bumi nusantara. Pertunjukan ini berupaya menghadirkan sejarah dan perkembangan tarling dengan suguhan pangung, tata cahaya, tata artistik modern yang berlatar belakang tradisi Cirebon dengan menampilkan maestro tarling dari setiap zamannya," tutupnya.

 


(ELG)