Adrian Yunan jadi Penonton Efek Rumah Kaca

Agustinus Shindu Alpito    •    07 Oktober 2017 11:10 WIB
efek rumah kaca bandsynchronize festivalsynchronize festival 2017
Adrian Yunan jadi Penonton Efek Rumah Kaca
Adrian Yunan (Foto: Metrotvnews/Shindu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ada pemandangan tidak biasa dalam konser Efek Rumah Kaca di ajang Synchronize Festival yang digelar di Gambir Expo, Kemayoran, pada Jumat (6/10/2017). Adrian Yunan yang diketahui sebagai personel Efek Rumah Kaca justru berada di barisan penonton.

Tampil di penghujung acara, Efek Rumah Kaca memberi kejutan penonton. Mereka tampil tanpa vokalis Cholil Mahmud. Sebagai gantinya, mereka meminjam vokalis Sore, Ade Paloh. Ade tidak sendiri, secara bergantian tampil Iga Massardi, Robi "Naviculla" dan Arina "Mocca" yang seolah menjadi penawar rasa kecewa penonton atas absennya Cholil.

Aksi Efek Rumah Kaca mampu menyedot perhatian ribuan penonton. Di antara kerumunan penonton yang memenuhi area depan DIstrict Stage, tempat Efek Rumah Kaca tampil, ternyata ada Adrian Yunan!

Adrian memilih menonton Efek Rumah Kaca dari lantai dua Gambir Expo Kemayoran. Dari kejauhan dia turut bernyanyi, termasuk pada lagu Sebelah Mata. Suaranya lantang dan membaur dengan paduan suara masal dari ribuan penonton yang tak henti-hentinya bernyanyi pada semua repertoar Efek Rumah Kaca. Pemandangan ini cukup aneh dan mengundang tanya, mengapa Adrian tidak bergabung dengan Efek Rumah Kaca dan membantu lini vokal grup itu karena tidak ada Cholil. Seperti diketahui, sejak kesehatannya menurun, Adrian kerap mengisi vokal Efek Rumah Kaca, tak lagi bermain bass.

Baca juga Adrian Yunan Merajut Asa

Kedatangan Adrian ke Synchronize Festival dalam rangka tampil atas nama dirinya sendiri. Adrian tampil pukul 20:00, sekitar tiga jam sebelum Efek Rumah Kaca tampil.

Usai Efek Rumah Kaca tampil, lewat tengah malam, Metrotvnews.com sempat berbincang dengan Adrian di ruang tunggu artis. Dalam obrolan singkat itu Adrian menceritakan beberapa hal seputar karier musiknya

"Ini bukan kali pertama gue melihat Efek Rumah Kaca sebagai penonton. Sebelumnya sudah pernah saat di Bandung. Tetapi ini untuk pertama kali status gue sudah enggak di Efek Rumah Kaca," kata Adrian.

Saat ditelisik lebih lanjut tentang apa yang dirasakan Adrian menyanyikan lagu-lagu Efek Rumah Kaca tidak di atas panggung dan menyandang status penonton, ayah satu anak itu mengaku sudah mulai terbiasa.

"Perasaan yang bergetar, asing, itu saat di Bandung (waktu pertama kali menjadi penonton Efek Rumah Kaca). Kalau saat ini gue datang sebagai penonton Efek Rumah Kaca yang memang ingin menonton Efek Rumah Kaca."

Adrian mengaku saat ini fokus pada karier solo dan berupaya sebisa mungkin meluangkan waktu untuk anaknya. Pada tahun ini Adrian memang merilis album solo perdana bertajuk Sintas. Sebuah album bergaya folk-akustik yang lebih banyak menceritakan hal-hal kecil dalam keseharian Adrian, dengan pemaknaan yang dalam.

"Gue sudah happy dengan album kecil, gue juga (sekarang) punya teman dengan semangat yang sama."

"Semoga ini enggak terdengar melankolis, gue sejujurnya lebih senang melewati waktu dengan anak gue dalam kondisi sehat."

Beberapa tahun terakhir, Adrian mengalami masalah kesehatan yang membuat dirinya kehilangan penglihatan. Penyakit bechet's disease yang diderita Adrian juga membuat kondisi fisiknya secara umum menurun drastis.

Posisi Adrian di Efek Rumah Kaca digantikan oleh Poppie Airil. Bersama Efek Rumah Kaca, Adrian telah merilis tiga album studio. Dalam perkembangannya, Efek Rumah Kaca menjadi salah satu band besar yang dikenal peka terhadap isu sosial dan berdiri untuk membela persoalan Hak Asasi Manusia.


 


(ELG)