Ditinggal Is dan Comi, Payung Teduh Masih Berdiri

Agustinus Shindu Alpito    •    21 Februari 2018 07:00 WIB
musik indonesia
Ditinggal Is dan Comi, Payung Teduh Masih Berdiri
Ivan dalam konser Payung Teduh di Gedung Kesenian Jakarta, November 2017 (Foto: Shindu Alpito/Medcom.id)

Jakarta: Payung Teduh masih eksis meski dua personel mereka hengkang, vokalis Is dan bassist Comi. Hal ini terdengar menarik, mengingat bagaimana grup ini begitu lekat dengan sosok Mohammad Istiqamah Djamad alias Is dan masih terus ada tanpa sosok “kunci” itu.

Bagi sebuah grup musik, ditinggal vokalis adalah petaka. Lebih-lebih vokalis yang sudah memiliki karakter kuat dan dianggap jadi representasi utuh band itu sendiri. Lantas bagaimana Payung Teduh menghadapi persoalan itu?

“Jalan mah jalan saja. Cuma sementara kami dibantu sama teman-teman lain. Kalau ganti (personel yang keluar), enggak tahu,” ujar Ivan saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa, 20 Februari 2018.

Ivan Penwyn sebelumnya bermain instrumen gitarlele dan trumpet. Kali ini dia menjadi vokalis menggantikan Is. Ivan tidak sendirian, dia ditemani oleh Alejandro Saksakame alias Cito (sebelumnya drummer, kini jadi bassist) melanjutkan Payung Teduh. Saat tampil, keduanya dibantu oleh empat personel tambahan lain.

Dengan apa yang ada, Ivan seolah tak ambil pusing. Payung Teduh justru punya ancang-ancang mempersiapkan materi baru.

“Sampai saat ini, saya tetap melanjutkan nama Payung Teduh. Mungkin warnanya beda atau dengan lagu baru, atau dengan vokalis baru. Saya tetap bawa nama itu dan melanjutkan.”

“Mau sih (membuat album dengan formasi terbaru), tetapi harus mengumpulkan materi. Kalau tahun ini bisa ada empat lagu, bisa bikin EP. Kalau ada 10, ya bikin album,” ujar Ivan.

Ivan menceritakan bahwa kepergian Is bukan berarti Payung Teduh tidak lagi punya sosok yang mampu menulis lagu.

“Cito bisa bikin lagu, kalau dulu memang lebih banyak Is,” tutup Ivan optimis.

Pada Desember 2017, Payung Teduh merilis album Ruang Tunggu. Album itu sekaligus menjadi album terakhir Is dan Comi. Banyak kalangan yang menganggap perjalanan Payung Teduh usai ketika Is hengkang. Namun nyatanya grup yang identik dengan musik akustik dan lirik manis ini masih terus bernapas.




(ASA)