Album Salute The Rollies Digarap dengan Melibatkan Musisi Generasi Muda

Purba Wirastama    •    20 Maret 2018 10:19 WIB
album baru
Album Salute The Rollies Digarap dengan Melibatkan Musisi Generasi Muda
Para personel The Rollies (tiga di tengah) bersama para musisi proyek Salute The Rollies (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)

Jakarta: Bicara grup musik tertua di Indonesia yang masih bertahan, The Rollies wajib disebut karena akan berusia 51 pada April 2018 mendatang. Takjub akan capaian ini, Barry Likumahuwa bersama Endah N Rhesa dan sejumlah musisi mengerjakan proyek aransemen ulang delapan lagu The Rollies dari era 1970-an hingga 1980-an.

"Pada dasarnya, ide ini berawal dari The Rollies berulang tahun ke-50 tahun lalu. Buat gue, angka 50 itu fantastis banget. Gue punya band, tujuh tahun bubar. Gue kagum saja," kata Barry dalam di Paviliun 28 Jakarta Selatan, Senin malam, 19 Maret 2018. 

Hal lain yang membuat Barry salut adalah performa para personel The Rollies yang masih prima hingga sekarang. Sebagai putra dari salah satu personel awal The Rollies, Benny Likumahuwa, Barry tumbuh besar dengan menonton mereka beraksi di panggung. Beberapa dekade berlalu, Barry masih menemui The Rollies, dalam formasi baru tetapi tetap dengan empat personel awal, yang mampu bermain lebih dari satu jam di panggung. 

"Mereka manggung tahun 2016 di Kemang, yang mana usia mereka semua di atas 60, dan mereka manggung masih tiga jam, sementara grup sekarang 45 menit. Satu jam, sudah lama banget," ucap Barry. 

The Rollies juga bermain di panggung Java Jazz Festival 2018 pada awal Maret lalu. Barry menyebut mereka tak puas karena hanya tampil selama satu jam. 

Proyek dinamai Salute The Rollies, yang disebut "serba spontan" karena digarap dalam hitungan pekan. Barry tak segera mendapat rekan kolaborasi yang cocok sejak dia membawa rencana proyek ini pada awal hingga penghujung 2017.

Saat ngobrol santai dengan Rhesa usai Earhouse Movement Fest 2017, Benny bercerita soal rencana tersebut. Gayung justru langsung bersambut. Rhesa bahkan membantu Barry memotong sebagian anggaran dana yang telah dibuat.

Musik direkam secara live di earSpace, ruang terbuka di lantai atas kafe milik Endah dan Rhesa di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan. Delapan grup/duo/solo muda terlibat sebagai penampil, termasuk Barry, Endah, dan Rhesa. 

"Kami buat ini jadi studio dadakan. Desember mulai (rekaman) pertama. Semua kami rekam langsung. Dukungan (alat) dari Melodia. Mendadak, ruangan satu kotak itu jadi studio. Gue senang semua yang terlibat di proyek ini berdasar dari hati. Berawal dari ngobrol," tutur Barry. 

Barry memimpin proyek dan melakukan kurasi lagu. Delapan lagu yaitu Pahlawan Revolusi, Sunshine Brotherhood, Setangkai Bunga, Hari-hari, Astuti, Bad News, Kemarau, dan Burung Kecil. Musisi yang terlibat adalah Bonita & the hus Band, Adhitia Sofyan & Indra Aziz, Endah N Rhesa, R.I.M.A (grup bentukan Barry), Laid this Nite, TOR, Glenn Fredly, serta Dialog Dini Hari. 

"Ada beberapa alasan kenapa delapan lagu ini dipilih. Pertama, mewakili musiknya the The Rollies yang punya fase sendiri. Ada fase di mana mereka masih idealis banget, sampai mulai kompromi, akhirnya pop, dan segala macam. Delapan lagu ini mewakili. Kedua, ijinnya enggak repot," jelas Barry. 

Album Salute The Rollies direncanakan rilis pada April secara digital. Mereka juga hendak merilis dalam bentuk fisik, baik cakram padat maupun piringan hitam, tetapi belum dapat memastikan waktunya. 

"Mudah-mudahan bulan April (rilisan) sudah bisa dirilis semua. Namun kalau pun enggak bisa semua, kami mau rilis satu singel dulu di April. Kalau enggak Endah N Rhesa ya Dialog Dini Hari," ujar Barry.

"Warnanya kayaknya cocok banget untuk memproyeksikan isi albumnya," tukasnya.

The Rollies kini berisi sembilan personel. Lima personel paling lama adalah Benny (trombon), Oetje F Tekol (bass), Jimmy Manopo (drum), Teungku Zulian Iskandar (saksofon/vokal), dan Didiet Maruto (terompet). Empat lain adalah Alfred (vokal), Masri (gitar), Hendro (terompet), dan Nyong Anggoman (keyboard).

 




(ASA)