Konser Morrissey di Jakarta, Soal Donald Trump Hingga Pesan Vegetarian

Agustinus Shindu Alpito    •    13 Oktober 2016 10:06 WIB
konser musik
Konser Morrissey di Jakarta, Soal Donald Trump Hingga Pesan Vegetarian
(Foto: Dok. Kios Play)

Metrotvnews.com, Jakarta: Morrissey berhasil tampil di Senayan Golf Driving Range, Jakarta, pada Rabu (12/10/2016). Sebuah lokasi yang sebelumnya tidak menjadi rujukan para promotor dalam menggelar konser.

Andai saja lokasi konser tidak becek, mungkin pemilihan tempat di Senayan Golf Driving Range tepat. Panggung Morrissey dibangun membelakangi gedung-gedung pencakar langit. Lanskap kota di malam hari yang gemerlap berperan dalam membangun suasana konser, terlebih sembari menikmati lagu-lagu abadi dibawakan oleh sang empunya langsung.

Mengawali penampilan dengan Suedehead, tidak perlu waktu bagi Morrissey untuk membuat suasana konser terasa hangat. Lagu demi lagu berlalu, Alma Matters, Everyday Is Like Sunday, dan Kiss A Lot berturut-turut dinyanyikan. Suasana nostalgia sangat terasa.

Ini memang bukan kali pertama Morrissey datang ke Jakarta, namun penggemarnya tetap antusias menyambut kembali kedatangannya.



(Foto: Dok. Kios Play)

Di tengah-tengah penampilannya, Morrissey membawakan lagu Ramones, Judy Is A Punk. Ini bukan hal spesial, karena di beberapa konser lain Morrissey melakukan hal sama.

Penyanyi yang biasa disebut Moz itu tak banyak bicara. Dia sempat melontarkan pertanyaan "Do You Know Donald Trump?" yang direspons dengan sorakan penonton.

Morrissey memang musisi yang peka politik. Dalam situsnya, True To You, dia sempat mengutarakan pandangannya tentang situasi politik di Amerika Serikat. Pria 57 tahun itu tidak memihak Donald Trump dan Hilary Clinton.

Bagi dia, keduanya bukan sosok yang baik untuk memimpin Amerika. Morrissey mendukung Bernie Sanders yang kalah oleh Clinton menjadi delegasi Partai Demokrat.


(Foto: Dok. Kios Play)

Pertanyaan soal Donald Trump dijawab sendiri oleh Morrissey lewat lagu World Peace Is None of Your Business.

Di penghujung konser, Morrissey membawakan lagu The Smiths, Meat Is Murder. Lagu tersebut dinyanyikan dengan iringan visual video dokumentasi pembunuhan binatang. Penonton yang disuguhi tontonan itu banyak yang tercengang.

Selama ini Morrissey memang dikenal sebagai vegetarian paling vokal. Dia kerap menyuarakan gagasannya untuk tidak memakan daging. Ibu dari Morrissey juga seorang vegetarian, sehingga Morrissey menerapkan gaya hidup itu di usia belia, antara umur 11 atau 12 tahun.

Di akhir lagu Meat Is Murder, terpampang tulisan berbahasa Indonesia di panggung, "Apa alasanmu sekarang? Daging adalah pembunuhan."

Entah ada apa, Morrissey menutup penampilannya di Jakarta dengan Meat Is Murder.

Padahal, menurut daftar lagu yang seharusnya dia bawakan, Morrissey akan menutup aksinya dengan encore What She Said. Teriakan penonton yang menunggu Morrissey menutup konser dengan manis tak dihiraukan.

Bahkan, sang legenda meninggalkan panggung tanpa ucapan perpisahan.

 


(DEV)

Senandung Senja Yon Koeswoyo

Senandung Senja Yon Koeswoyo

1 month Ago

Tubuh pria tua itu hanya bersandar di sebuah sofa berwarna cokelat. Seorang kawan di dekatnya m…

BERITA LAINNYA