Momen Terberat yang Pernah Dialami Mocca

Elang Riki Yanuar    •    19 November 2016 12:56 WIB
mocca band
Momen Terberat yang Pernah Dialami Mocca
Mocca (Foto: dok. Arini Lioni)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tak terasa, 17 sudah Mocca bersama-sama sebagai sebuah band. Proses panjang harus dilalui band asal Bandung hingga menjadi grup musik paling dihormati di kalangan musik independen Indonesia.

Tentu saja, langkah Mocca juga tidak semulus yang dibayangkan. Mereka pernah juga mengalamo momen terberat dalam kariernya. Namun, berbagai macam fase mengecewakan juga mereka lewati dengan kebesaran hati.

"Kalau diingat, momen paling berat beberapa tahun ke belakang ini, ya tentu saja absennya Arina dari kehidupan kita semua di Indonesia. Pada saat itu, ya kami tidak aktif di panggung. Lumayan membuat kerinduan yang akut, baik untuk kami maupun para pendengar yang selalu bertanya kapan kami main," kenang Riko dalam keterangan tertulisnya.

Arina memang pernah memutuskan pergi ke Amerika mengikuti suaminya kala itu. Namun, Arina akhirnya memutuskan kembali ke Indoneia.
 
"Tapi, ya emang kuncinya sabar dan percaya bahwa keadaan akan lebih baik. Sekarang, dengan menetapnya Arina kembali di Indonesia, terbukti kan bahwa kesabaran kami waktu itu memang berbuah hasil yang positif," lanjut Riko.

Untuk merayakan 17 tahun berdiri itu, Mocca merilis sebuah singel berjudul When We Were Young dalam format flexi disc. Singel ini ditulis oleh Riko Prayitno dan liriknya dibuat oleh Arina Ephipania.

Eksplorasi yang tidak berhenti seolah menegaskan bahwa Mocca memang berada di jalur yang tepat untuk berpuluh-puluh tahun ke depan. Perjalanan, masih jauh dari kata akhir.
 
"17 tahun jelas tidak sebentar. Tapi kami berharap bahwa ini adalah sebuah milestone penting untuk Mocca. Dari sini, kami bisa melaju mengejar banyak hal yang mungkin saja muncul di masa yang akan datang. Yang paling penting, kami ingin terus berkarya," tutup Indra Massad.


 


(ELG)

Senandung Senja Yon Koeswoyo

Senandung Senja Yon Koeswoyo

1 month Ago

Tubuh pria tua itu hanya bersandar di sebuah sofa berwarna cokelat. Seorang kawan di dekatnya m…

BERITA LAINNYA