Pesan Adrian Yunan untuk Penyandang Disabilitas

Agustinus Shindu Alpito    •    03 April 2018 07:00 WIB
musik indonesia
Pesan Adrian Yunan untuk Penyandang Disabilitas
Toto Tewel, Ibu Presiden Singapura, Adrian dan Wahyu (Foto: Facebook Wahyu Mi Corazon)

Jakarta: Pada 23-25 Maret 2018, Adrian Yunan, mantan bassist Efek Rumah Kaca yang saat ini menekuni karier solo tampil di pagelaran True Colours Festival di Singapura. Festival seni yang didukung UNESCO  dan The Nippon Foundation itu mengedepankan bakat-bakat seni para penyandang disabilitas dari kawasan Asia-Pasifik.

Seperti diketahui, Adrian kehilangan penglihatannya akibat bechet's disease yang dideritanya. Adrian resmi melahirkan album debut bertajuk Sintas pada 2017. Sebuah album yang merefleksikan kondisi personalnya melewati berbagai masa dalam kehidupan beberapa tahun terakhir.

Di True Colours Festival, Adrian tampil didampingi oleh gitaris legenda Toto Tewel dan Wahyu Mi Corazon. Penampilan Adrian bahkan mendapat apresiasi dari istri Presiden Singapura Halimah Yacob.

“Toto Tewel karakter gitaris yang suka nge-feel, ternyata pas dia memainkan lagu Mainan interpretasinya akustik. Menarik karena dia mencoba melebur ke lagu dan keluar dari zona nyamannya dia,” ungkap Adrian menceritakan kolaborasinya bersama gitaris yang besar bersama grup Elpamas itu.

“Sintas” bukan sekedar tajuk album bagi Adrian, makna kata itu menggambarkan bagaimana Adrian bangkit dari keterpurukan sampai akhirnya kembali berkarya. Berdasarkan pengalaman nyata bergelut dengan disabilitas dan mampu bangkit berkarya, Adrian berharap para penyandang disabilitas punya semangat tinggi untuk mewujudkan mimpi.

“Keterbatasan itu akan jadi kekuatan kalau kita bisa mengolahnya.”

“Justru di zona tidak nyaman itu buat gue seperti bahan bakar untuk berkarya. Khusus untuk orang difabel, gue merasa karya penyandang disabilitas itu memiliki karakter. Misal dulu gue lebih banyak menggunakan diksi berdasarkan penglihatan, sekarang gue lebih pada diksi-diksi yang keluar dari pendengaran gue. Gue bisa merasakan anak gue sedih dari pendengaran gue,” imbuh Adrian saat ditemui di kediamannya di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, pada Senin, 2 April 2018.

Saat ini Adrian tengah menyiapkan sebuah proyek musik kolaborasi, plus materi-materi baru untuk album keduanya. Sebuah album yang dianalogikan Adrian mewakili “pandangannya ke luar jendela kamar."

 


(ASA)