Avicii Garap Materi Album Baru Sebelum Meninggal

Purba Wirastama    •    23 April 2018 13:47 WIB
avicii
Avicii Garap Materi Album Baru Sebelum Meninggal
(Foto: via NME)

California: Sebelum dikabarkan meninggal di Oman pada Jumat akhir pekan lalu, musisi EDM Tim Burgling alias Avicii diketahui telah mengerjakan sebagian materi untuk album musik terbarunya. Neil Jacobson dari label Geffen Records menyebut bahwa album ini merupakan musik terbaik Avicii selama bertahun-tahun.  

Hal ini diungkap Neil dalam wawancara terbaru dengan Variety. Menurut Neil, mereka sedang dalam tahap pengerjaan album itu dan mengambil jeda sejenak. Tidak aneh bagi seniman pergi ke tempat sangat jauh atau "di luar radar" setelah melalui proses intens dan melelahkan selama membuat musik. 

"Kami sedang di tengah prosesnya dan jujur, itu adalah musik terbaiknya selama bertahun-tahun. Aku tahu karena aku mengurus semua album-albumnya. Dia begitu bersemangat dan sepenuh hati," kata Neil.

"Kami telah kerja keras satu bulan. Kami harus benar-benar mengakhiri sesi itu karena Tim hanya akan bekerja 16 jam terus-terusan, yang mana tabiatnya begitu. Kau harus menarik dia keluar, seperti 'Tim, ayo tidur, istirahat dulu'. Itu adalah sebuah tragedi. Kami punya musik yang luar biasa dan ajaib ini," lanjutnya. 

Neil menyebut bahwa Tim adalah pecandu pekerjaan dan memuja kesempurnaan. Setelah Neil dan timnya berhasil memintanya beristirahat, Tim memutuskan berkunjung ke Oman, negara yang tidak diketahui Neil sebelumnya. 

Komunikasi terakhir Neil dan Tim adalah 48 jam sebelum jenazah Tim ditemukan di sebuah kamar hotel di Oman. Mereka membicarakan proyek album tersebut. Setelah tragedi kematian Tim yang hingga kini tak terungkap apa sebabnya, Neil belum tahu apa yang harus dilakukan terhadap musik yang belum dirilis ini. 

Proyek album ini juga melibatkan sejumlah musisi atau penyanyi lain. Namun Neil masih enggan menyebut nama-nama yang diajukan Tim.

"Aku belum tahu. Aku akan duduk dan bicara dengan pihak keluarga setelah setiap orang bisa bernafas lega. Aku benar-benar belum pernah mengalami kejadian ini dengan seniman sebelumnya yang bekerja sedekat ini. Jadi aku tak tahu. Kami akan mencari nasehat dari keluarga dan setiap orang harus sama-sama berpikir apa yang kira-kira Tim inginkan," ungkap Neil.

Tim dikabarkan meninggal di kota Muscat, Oman pada Jumat, 21 April 2018. Kabar duka ini disampaikan pertama oleh juru bicaranya tanpa disertai keterangan apa penyebabnya. Seorang sumber AFP menyebut kepolisian Oman tidak menemukan kecurigaan yang mengarah ke unsur kriminal atau kekerasan. Pihak kepolisian juga disebut tidak akan membuat pernyataan publik atas kasus ini. 

Jenazah Tim akan diterbangkan pulang ke rumahnya di Swedia pekan ini. Dia meninggal dalam usia 28 tahun. 



(DEV)