Juara di Eropa, The Resonanz Children's Choir Sempat Terkendala Jadwal

Cecylia Rura    •    25 April 2018 23:36 WIB
The Resonanz Childrens Choirpaduan suara
Juara di Eropa, The Resonanz Children's Choir Sempat Terkendala Jadwal
(Kiri-kanan) Project Manager TRCC Dany, Direktur Musik Avip Priatna, Ibu Tio, selaku perwakilan orangtua murid, Alicia, dan Bima. (Foto: Cecylia Rura)

Jakarta: Prestasi paduan suara The Resonanz Children's Choir (TRCC) kembali mengharumkan nama bangsa. Grup musik bentukan Direktur Musik Avip Priatna itu berhasil memenangkan kompetisi bergengsi di Eropa, European Grand Prix for Choral Singing di Maribor, Slovenia pada 21 April 2018.

Capaian ini bukan tanpa usaha. TRCC yang terdiri dari anak-anak sekolah dengan rentan usia 10-17 tahun harus bisa membagi waktu antara sekolah dan latihan bermusik mengharumkan nama bangsa.

Dany selaku project manager TRCC memaparkan bagaimana anak-anak TRCC yang setiap akhir pekan menyisihkan waktu hingga 8 jam sehari untuk bernyanyi dan membagi waktu untuk belajar.

"Lebih ke soal jadwal karena untuk acara ini bertepatan dengan waktu sekolah. Hal yang sama terjadi dengan (kompetisi) Kolosal. Waktu persiapan Kolosal juga masih sekolah, masa belajar," kata Dany dalam di Balai Resital Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu 25 April 2018.

"EGP lebih spesial lagi, masa ujian nasional. Ada beberapa anak yang memang sedang masa ujian nasional. Jadi, kami harus memohon, meminta ke dinas pendidikan. Kami mohon dispensasi sekolah. Mereka kompetisi bawa nama bangsa, besoknya harus ujian hari kedua. Itu tantangan berat untuk anak-anak. Kami bersyukur anak-anak dengan semangat tinggi mentalitas kuat," imbuhnya.

Alicia, salah satu anggota TRCC yang memiliki banyak pengalaman ikut merasakan kendala tersebut. Namun, karena latihan rutin pembagian jadwal bukan lagi kendala baginya

"Enggak cuma dari tahun ini, tahun sebelumnya juga berkorban banyak. Latihannya 8 jam sehari, pas liburan sekolah. Gara-gara sudah dipupuk dari dulu, sudah terbiasa. Bukan jadi beban," kata Alicia di kesempatan yang sama.

Dalam kompetisi tersebut TRCC yang terdiri dari 44 murid itu membawakan tujuh karya, salah satunya Janger, musik Bali yang sekaligus menjadi karya pamungkas. Mereka turut mengenakan pakaian adat Bali sebagai bernuansa putih keemasan.

Kemenangan TRCC dalam kompetisi bergengsi di Eropa tersebut merupakan piala pertama bagi Indonesia. Setidaknya, mereka telah mengalahkan beberapa kontestan yang adalah juara umum di berbagai kompetisi paduan suara bergengsi tahun lalu.


 
(ELG)