Cerita Haru di Balik Lagu Wake Me Up When September Ends

Agustinus Shindu Alpito    •    20 September 2016 10:24 WIB
green day
Cerita Haru di Balik Lagu Wake Me Up When September Ends
(Foto: worldversus)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bagi penggemar musik, khususnya yang mengikuti kiprah band punk-rock asal California, Green Day, tentu tidak asing lagi dengan lagu Wake Me Up When September Ends.

Singel itu berasal dari album American Idiot yang dirilis pada 2004. Ternyata, lagu itu memiliki makna mendalam bagi Billie Joe Amstrong, vokalis sekaligus gitaris Joe Amstrong.

Billie menulis Wake Me Up When September Ends terinspirasi dari kematian ayahnya, pada 1 September 1982. Ayah Billie bekerja sebagai supir truk sekaligus musisi jazz. Dia terserang kanker hingga akhirnya meninggal.

Pada saat sang ayah tiada, Billie berusia 10 tahun. Banyak catatan personal Billie dituangkan ke dalam lirik Wake Me Up When September Ends.

Penggalan lirik "Seven years has gone so fast,"  misalnya, lirik itu merujuk pada band Sweet Children yang dibentuk Billie bersama Mike Dirnt, tujuh tahun pasca kematian sang ayah. Band itu bisa disebut sebagai cikal bakal Green Day.

Kemudian terdapat lirik "20 years has gone so fast," yang bermakna jarak antara kematian sang ayah dan penulisan lagu Wake Me Up When September Ends.

Kabar yang beredar, Billie sangat terpukul dengan peristiwa kematian ayahnya. Saat pemakaman, Billie menangis dan lari pulang ke rumah, kemudian masuk kamar dan mengunci pintu.

(Baca: Pentolan Green Day Ungkap Masa-masa Menjadi Pecandu Narkoba)

Ketika sang ibu mencoba menenangkan dan mengetuk pintu kamar Billie, dia menjawab dari dalam, "Wake me up when September ends."

Hal menarik lainnya adalah video musik Wake Me Up When September Ends disutradarai oleh Samuel Bayer, sosok yang menyutradarai video musik Nirvana, Smells Like Teen Spirit.

Selain menggambarkan perasaan personal Billie, lagu Wake Me Up When September Ends juga berarti bagi warga Amerika Serikat.

Sebagaimana diketahui, Amerika Serikat digempur teroris dalam sebuah insiden bersejarah yang dikenal dengan istilah 9/11. Peristiwa itu terjadi pada 11 September 2001. Senada dengan apa yang dirasa Billie, dua peristiwa di bulan September itu memiliki kenangan yang minor.





(DEV)