Musik Lintas Genre

Pelangi Karismakristi    •    27 Desember 2017 14:35 WIB
galeriindonesiakaya
Musik Lintas Genre
Penyanyi Syaharani di acara Beach Jazz Festival di Pantai Cacalan, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu 2 September 2017. Antara Foto/Budi Candra

Jakarta: Berbicara soal musik memang tak pernah ada habisnya. Di Indonesia, tumbuh beragam aliran musik dan lahir banyak musisi handal serta penyanyi bersuara emas.

Salah satunya adalah penyanyi jazz Indonesia Saira Syaharani Ibrahim atau dikenal Syaharani. Perempuan berdarah Bone, Sulawesi Selatan, ini telah merilis tiga solo album jazzy dan satu pop trip-hop (Magma).

Rani, begitu  Syaharani disapa, mengeluarkan album solo pertama yang bertajuk Love pada 1999. Kemudian ia merambah ladang musik psikedelik lewat album Magma pada 2002 untuk memaksimalkan kualitas vokalnya.

Album tersebut berisi 11 lagu bernuansa jazz, fusion, ethnic, dan trip hop yang menyatu sehingga menghasilkan apa yang dia sebut dengan psychedelic.

Kepiawaan bernyanyi mengantarkan Syaharani mewakili Indonesia di North Sea Jazz Festival 2001. Tak hanya itu, dia juga memproduseri album Magma dan Buat Kamu (SQf), menjadi penulis lagu, serta vocal arranger.

Rani pun pernah menjadi bintang tamu dalam Al Jarreau, Iskandarsyah Siregar & Folks, Dave Koz, Keith Martin dan Yellow Jackets Indonesia Concert bersama Fourplay.

Selain Syaharani, ada pula Rama Satria Claproth. Pria kelahiran Bandung 29 Mei 1983 ini mulai bermain gitar sejak usia 10 tahun, empat tahun kemudian ia membentuk grup band blues Jaque Mate.

Rama pernah mendalami ilmu bermain gitar di Berklee College of Music (Boston-America) dengan mengambil jurusan Hendrix Laboratories. Pada 2001, ia bersama dua saudaranya sempat merilis album di Boston berjudul "Tubasco Woman" dan hebatnya berhasil menduduki urutan kedua setelah Eric Clapton di Blues Radio, Amerika.

Alhasil album mereka mencetak penjualan sebanyak 50 ribu copy dan ludes dalam hitungan bulan saja. Ia juga pernah tampil satu panggung bersama Band Of Gypsys (band terakhir Jimi Hendrix), kemudian Double Trouble (Band terakhir Stevie Ray Vaughan).

Satu lagi, Joshua Matulessy atau dikenal sebagai JFlow yang merupakan seorang rapper, produser, TV host sekaligus penulis berkebangsaan Indonesia. Sapaan JFlow diberikan Igor Saykoji karena cara rapnya yang berbeda, mengalir mengikuti nada, tak seperti rapper yang pada umumnya terpatah-patah.

Joshua pernah menjadi salah satu band hip-hop ternama di Indonesia, yaitu Saykoji. Ia bersama Tompi, Melanie Subono, Mike Mohede, Barry Likumahuwa, dan sejumlah musisi lainnya membentuk EFA Project untuk mendukung korban bencana banjir dan longsor di Ambon pada awal Agustus 2012.

Penasaran dengan kelanjutan ceritanya? Simak perbincangannya dalam program IDEnesia di Metro TV, Kamis, 28 Desember 2017, pukul 21.05 WIB. Jangan lupa, ikuti kuis IDEnesia dan Galeri Indonesia Kaya dengan mem-follow twitter @IDEnesiaTwit atau @IndonesiaKaya.


(TRK)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

4 days Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA