Philosopy Gang, Salah Satu Album Terbaik di Indonesia Dirilis Ulang

Elang Riki Yanuar    •    18 Maret 2017 16:32 WIB
musik indonesia
Philosopy Gang, Salah Satu Album Terbaik di Indonesia Dirilis Ulang
Perilisan Philosopy Gang (Foto: Metrotvnews/Elang)

Metrotvnews.com, Jakarta: Album Philosopy Gang karya band Gang of Harry Roesli dirilis ulang setelah 44 tahun. Album Philosophy Gang pertama kali dirilis pada tahun 1973 oleh Lion Records, label dari Singapura.

Album Philosophy Gang punya peranan penting bagi sejarah musik rock di Indonesia. Pada tahun 2007, Majalah Rolling Stone Indonesia pernah memasukkan album ini dalam "150 Album Terbaik Indonesia Sepanjang Masa."

Adalah La Munai Records, sebuah label rekaman asal Jakarta yang kini mencetak ulang album ini dalam format piringan hitam atau vinyl. Album ini ini dirilis dalam format piringan hitam 12 inci dengan cover gatefold dengan penambahan insert berisi foto-foto Gang of Harry Roesli, liner notes dari Harry Dim, sahabat karib almarhum Harry Roesli, serta lirik lagu-lagu dari album tersebut.

"Ini adalah momen spesial buat kita semua yang sudah terlibat. Mudah-mudahan album ini diterima oleh orang banyak. Orang khususnya anak-anak muda yang tadinya tidak tahu siapa Harry Roesli menjadi," kata Rendy Pratama saat ditemui di Kawasan Pejaten, Jakarta.

Dulu album ini sebenarnya tidak dijual secara umum karena masalah pajak dan lain sebagainya. Jadi boleh dibilang ini adalah kali pertamanya album perdana Gang of Harry Roesli mini dirilis secara massal. Indra Rivai dan Hari Krishnadi, atau yang dikenal dengan nama Harry Pochang hadir dalam peluncuran album ini.

Anak Harry Roesli, Layala dan Lahami juga ikut hadir. Mereka sebenarnya sempat ragu ketika ada orang yang hendak merilis ulang salah satu album milik Harry Roesli. Selain sudah banyak yang tidak kenal, album ini dahulu terbilang tidak laku. Namun, kualitas musik tentu tidak hanya diukur dari laris atau tidaknya karya itu.

"Keluarga tidak menyangka masih ada yang mau merilis ulang karya bapak. Apalagi sekarang sudah pada tidak tahu siapa itu Harry Roesli. Tapi kita hanya ucapkan terima kasih. Selamat datang, Harry Roesli sudah kembali," kata Layala.

Gang of Harry Roesli dulu bentuk Harry Roesli bersama Albert Warnerin, Indra Rivai dan Harry Pochang. Awalnya mereka bermain rock dan blues, lalu banting setir ke musik yang lebih akustik dengan lirik yang bernuansa kritis.

Tak berumur lama, lima tahun kemudian setelah album Gang of Harry Roesli dirilis, pada tahun 1975 kelompok musik ini bubar.


 


(ELG)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

5 days Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA