Rihanna Protes Musiknya Dipakai Acara Politik Presiden Trump

Purba Wirastama    •    08 November 2018 06:00 WIB
rihanna
Rihanna Protes Musiknya Dipakai Acara Politik Presiden Trump
Rihanna (Foto: gettyimages)

Washington: Musisi, aktris, dan pengusaha Robyn Rihanna Fenty melayangkan protes karena lagunya digunakan dalam aksi dukungan politik Presiden AS Donald Trump. Selain membuat pernyataan terbuka lewat media sosial, pihak Rihanna juga mengirim surat resmi ke Gedung Putih.

"Tidak lagi dalam waktu dekat. Baik aku atau orang-orangku tidak akan pernah ada di sana atau sekitar tempat salah satu barisan tragis itu. Jadi, terima kasih atas perhatiannya, Philip," kicau Rihanna (@rihanna) di Twitter pada Senin, 5 November 2018.

Kicauan Rihanna menanggapi kicauan Philip Rucker dari The Washington Post yang berada di Chattanooga, Tennessee, tempat massa pendukung Trump berkumpul. Philip (@philiprucker) menyebut bahwa lagu Don't Stop the Music dari Rihanna berkumandang di sana ketika para asisten Trump membagi-bagikan kaos gratis.

"Ini sudah dikatakan sejuta kali, tetapi inilah yang kesatu-juta-satu. Aksi massa Trump tidak seperti lainnya dalam politik. Saat ini, lagu Don't Stop the Music dari Rihanna membahana di Chattanooga, sementara para asisten melemparkan kaos gratis Trump ke kerumunan orang, seperti pertandingan bola. Setiap orang menyukainya," tulis Philip.

Menurut Strait Times, lagu Don't Stop the Music juga diputar dalam acara politik Trump di sejumlah tempat lain, seperti Columbia dan Missouri.

Protes Rihanna berlanjut ke jalur resmi. Menurut laporan Rolling Stone, kuasa hukum Rihanna mengirim surat ke Gedung Putih.

"Sebagaimana kalian sudah dan harus sadar, Nona Fenty tidak memberikan kesediaannya bagi Bapak Trump untuk memakain musiknya. Dengan demikian, pemakaian semacam ini tidaklah tepat," kata pihak Rihanna seperti tertulis dalam surat.

"Penggunaan tanpa izin atas musik Nona Fenty menciptakan kesan yang salah bahwa Nona Fenty terafiliasi, terhubung, atau terasosiasi dengan Trump," lanjut surat tersebut.

Pada Selasa, 6 November, warga AS menggelar pemilihan umum paruh waktu untuk memilih anggota dewan perwakilan rakyat dan senat. Acara Trump di Tennessee adalah bagian dari aksi politik untuk mendukung Partai Republik.

Selain Rihanna, sejumlah pihak musisi lain yang menolak lagu mereka digunakan dalam acara politik Trump adalah Pharrell Williams, Prince, Guns N' Roses, dan Rolling Stones


(ELG)