Bassist Efek Rumah Kaca Merilis Album Solo

Agustinus Shindu Alpito    •    05 Juni 2017 14:22 WIB
efek rumah kaca band
Bassist Efek Rumah Kaca Merilis Album Solo
Adrian (Foto: Agustinus Shindu Alpito)

Metrotvnews.com, Jakarta: Adrian Yunan, bassist grup Efek Rumah Kaca, merilis album solo perdana, Sintas. Acara perilisan album Sintas digelar di Paviliun 28 yang terletak di daerah Petogogan, Jakarta Selatan, pada Minggu (4/6/2017).

Dalam acara itu, Adrian membawakan materi-materi solo, melakukan sesi wawancara dengan para jurnalis, dan juga bertegur sapa langsung dengan penggemarnya.

Album Sintas  dibuat ketika Adrian banyak menghabiskan waktu di rumah, lantaran menjalani proses perawatan dari penyakit yang dideritanya. Akibat penyakit itu, indra penglihatan Adrian bermasalah.

Tidak seperti materi-materi Efek Rumah Kaca, konten yang dibawakan Adrian terbilang personal. Dia menangkap ragam fenomena sehari-hari yang luput dari perhatian kita.

"Awalnya enggak kepikiran, tetapi terpikirkan waktu tahun 2015 (untuk segera merilis materi solo). Akhirnya malah jadi pengin banget. Enggak pernah terpikirkan kalau ini akhirnya jadi. Alhamdullilah," ungkap Adrian.

Di hadapan para penggemarnya, Adrian tidak sungkan menceritakan keadaan fisiknya dan bagaimana dia mengubah apa yang dijalaninya sebagai sumber inspirasi dalam berkarya.

"Lagu pertama ditulis tahun 2010, itu masa-masa di mana gue baru istirahat. Kondisi mata menurun drastis, fisik menurun drastis. Gue baru adaptasi sama kondisi itu. Waktu itu cari cara untuk menetralisir kondisi fisik dan mental biar plong, lagu pertama Tak Ada Histeria," kisah Adrian.

Adrian terbilang mampu menyampaikan hal-hal sederhana menjadi lirik yang dalam. Nuansa "gelap" sangat terasa dalam album ini. Hal itu semakin terasa dengan unsur-unsur ambience dari instrumen keyboard yang sengaja dipilih Adrian untuk menjadi latar musik dalam beberapa lagu.

Tiap lagu dalam album Sintas  pun memiliki kekuatan cerita masing. Lagu Alzheimer misal, lagu penutup album Sintas  itu lahir dari bayangan Adrian soal mereka yang hilang ingatan. Adrian merasa tak mampu membayangkan jika ibunya lupa akan dirinya, karena mereka sangat dekat.

Sedangkan singel Mainan, lahir ketika Adrian merasa sangat tersentuh oleh anaknya. Adrian secara tidak sengaja merusak mainan milik anaknya, namun sang anak tidak menangis. Dia justru mengumpulkan kepingan mainannya yang hancur dan memberikan kembali pada Adrian.

Dalam merilis album Sintas, Adrian melibatkan Ari Malibu dari duo Ari Reda, sebagai Konsultan Teknis. Sementara itu, ilustrasi sampul album dibuat oleh penyanyi Vira Talisa Darmawan. 



(DEV)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

5 days Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA