Konser Tanda Mata, Kenangan Manis dari Glenn Fredly untuk Slank

Elang Riki Yanuar    •    01 Oktober 2017 08:31 WIB
slankglenn fredly
Konser Tanda Mata, Kenangan Manis dari Glenn Fredly untuk Slank
Glenn Fredly bersama Slank selepas acara (Foto: Metrotvnews/Elang)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bagaimana cara memberikan penghormatan kepada musisi yang dihormati? Glenn Fredly punya jawaban brilian: mempergelarkan konser.

Penghormatan ala Glenn Fredly itu diberi tajuk 'Konser Tanda Mata' yang digelar pada Sabtu, 30 September 2017 di Gandaria City Hall, Jakarta. Pada tanggal yang sama di tahun lalu, Glenn menggelar konser serupa untuk Ruth Sahanaya.

Menyaksikan Konser Tanda Mata untuk Slank seperti menonton kejutan demi kejutan. Itu karena Glenn dan timnya memang tidak pernah membocorkan siapa saja penyanyi tamu yang akan dia ajak ke atas panggung. Begitu juga lagu-lagu yang dia bawakan.

Seperti kata Glenn, dia mengambil alih lagu-lagu untuk diaransemen sesuai keinginannya. Lagu-lagu Slank di tangan Glenn terdengar berbeda. Glenn berhasil merombak aransemen lagu-lagu Slank dengan caranya sendiri.

Bagi yang terbiasa mendengar Glenn menyanyikan lagu-lagu dengan lirik puitis dan romantis tentu akan merasa janggal melihat penyanyi asal Maluku itu melantunkan lirik dengan kata-kata tidak baku seperti 'lo', 'gue' dan lainnya. Tapi lagu Slank kebanyakan memang begitu; apa adanya dan banyak menggunakan bahasa slang.

Memulai aksinya dengan lagu Symphaty Blues, Glenn sengaja membawakan lagu-lagu dari album lama Slank seperti Pulau Biru, Kirim Aku Bunga hingga Foto Dalam Dompetmu. Alasannya, kata Glenn, Slank pasti sudah jarang memainkan lagu-lagu itu di panggungnya saat ini.

"Maaf enggak ada bendera Slank di sini Mas Bimbim dan Mas Kaka," canda Glenn.


Konser Tanda Mata untuk Slank (Foto: Metrotvnews/Elang)

Panggung yang tidak terlalu besar membuat Glenn terlihat begitu interaktif dan dekat dengan penyanyi tamu beserta musisi pengiringnya. Begitu juga jarak dengan penonton yang hanya terpaut sekitar dua meter dari bibir panggung.

Dewa Budjana menjadi kolaborator pertama yang tampil ketika bahu-membahu bersama Glenn membawakan Terbunuh Sepi. Seperti disinggung di atas, kejutan paling menonjol di konser ini adalah kehadiran musisi dan bintang tamu yang tampil. Siapa yang menyangka jika musisi lawas seperti Yopie Latul akan hadir ke atas panggung menyanyikan lagu I Miss You But I Hate You bersama Trie Utami. Atau kehadiran musisi senior Harry Pocang yang memainkan harmonika mengiringi Glenn menyanyikan Mawar Merah.

Musisi yang tampil memang kebanyakan berbeda secara genre musik dengan Slank, juga lintas generasi. Sebut saja Mondo Gascaro yang tampil membawakan Kupu-Kupu Liarku yang diikuti penampilan Kelompok Penerbang Roket yang membius dengan lagu Bang Bang Tut. Begitu juga ketika kolaborasi Bonita bersama penyanyi rap Yacko dan Young Lex yang membawakan lagu Preman Urban.

Kehadiran Tompi, Bertha dan Idang Rasjidi menjadi daya pikat tersendiri di konser ini. Di sela membawakan lagu Balikin, mereka memamerkan kemampuan teknik scat singing. Penonton hanya bisa terpukau melihat kemampuan tiga maestro musik Indonesia ini. Para personel Slank dan penonton pun memberikan tepuk tangan sambil berdiri.


Konser Tanda Mata untuk Slank (Foto: Metrotvnews/Elang)

Masih ada banyak musisi-musisi hebat lain di konser ini yang salah rasanya jika tidak disebut. Mereka di antaranya, Saxx in the City, Bhismo KunoKini, Manumata, Ifa Fachir, Simon & Beboy Laid This Nite, Papua Original, Liquid Silva hingga D'Cross Choir.

Kejutan lainnya adalah kehadiran komika Syakdia Ma'ruf. Penonton dibuat seperti tak percaya ada aksi komedi tunggal di sela konser semacam ini. Tapi begitu Syakdia melontarkan baris lelucon pertamanya, penonton sadar jika Glenn hendak menyuguhkan aksi hiburan dalam paket lengkap.

Tak sekadar hiburan, Glenn juga menyuarakan kegelisahannya terhadap fenomena sosial dan politik yang terjadi di negeri ini. Maka kejutan berikutnya ialah menghadirkan Najwa Shihab sebelum Glenn menyanyikan Tong Kosong. Najwa membacakan "Catatan untuk Papa" yang berisi tentang fenomena korupsi di Indonesia.

"Papa itu memang luar biasa, dibikinnya semua geleng-geleng kepala. Walau kita sebenarnya tidak benar-benar terkejut, kepercayaan publik sudah lama menciut. Teriaklah jika hanya itu yang bisa dilakukan, keberanian mesti terus diacungkan, barisan ini jangan sampai diungkap. Karena koruptor tak segan berkongsi. Kita juga harus menguatkan diri. Tak mengapa hidup sederhana. Enggak punya apa-apa tapi banyak cinta. Jangan biarkan kemunafikan merajalela karena tong kosong nyaring bunyinya," kata Najwa yang disambut tepuk tangan meriah penonton.

Glenn berhasil mengemas konser ini menjadi suguhan luar biasa sehingga tak terasa lebih dari dua jam sudah pertunjukan berlangsung. Lagu Kamu Harus Pulang akhirnya menjadi penutup konser ini. Tak lupa, para personel Slank dihadirkan ke atas panggung memberikan testimoninya atas apa yang baru saja mereka saksikan.

"Gue baru kali ini dengar lagu gue di bawah panggung. Gue bukan hanya terhibur tapi terharu dan alurnya benar-benar," kata Bim Bim.


Konser Tanda Mata untuk Slank (Foto: Metrotvnews/Elang)

Sebagai grup yang sudah lebih dari tiga dekade berdiri dan masih eksis hingga sekarang rasanya pantas Slank diberikan penghormatan semacam ini. Glenn pun mencoba mengajarkan kepada generasi saat ini, bagaimana  seorang musisi memperlakukan para 'pahlawan' musik Indonesia di era sebelumnya.

Pada akhirnya, Konser Tanda Mata tak hanya menjadi sebuah kenangan manis dari Glenn Fredly untuk Slank, tapi juga akan menjadi momen terindah bagi Glenn yang berulangtahun di hari yang sama. Semua terlalu manis untuk dilupakan.


 


(ELG)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

5 days Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA