Frau dan Sisir Tanah Tampil di Peluncuran Album Paduan Suara Dialita

Agustinus Shindu Alpito    •    27 September 2016 13:26 WIB
musik indonesia
Frau dan Sisir Tanah Tampil di Peluncuran Album Paduan Suara Dialita
Sampul album Dialita (Foto: dok. Wok The Rock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Paduan suara yang terdiri dari para penyintas dan simpatisan peristiwa 1965, Dialita, resmi merilis album perdana bertajuk Dunia Milik Kita. Format digital album tersebut dirilis secara gratis melalui situs Yesnowave, sedangkan versi album fisik Dunia Milik Kita telah dijual di beberapa kota, antara lain Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya, dan Malang, mulai 20 September lalu.

Menandai lahirnya Dunia Milik Kita, maka diadakan konser peluncuran album yang digelar pada 1 Oktober 2016 di area taman yang biasa disebut Beringin Soekarno, Universitas Sanata Dharma, pukul 20:00. Tiket dijual melalui Kedai Kebun Forum (Jalan Tirtodipuran No. 3, Yogyakarta) seharga Rp25 ribu dan terbatas untuk 200 orang.  

Sejumlah kolaborator dalam album turut tampil dalam konser ini, yaitu Frau, Sisir Tanah, Nadya Hatta, Lintang Radittya, Prihatmoko Catur, dan Kroncongan Agawe Santosa.

Dunia Milik Kita dibuat sebagai 'silent monument tragedi 1965.' Lagu-lagu yang terdapat dalam album itu ditulis oleh para tahanan politik 1965, baik ketika di tahanan atau setelah keluar.

Seperti diketahui, kehidupan eks-tapol tak mudah. Mereka berjuang melawan stigma yang melekat pada dirinya, yang berdampak pada kehidupannya secara umum.

"Pilihan lagu yang dinyanyikan Dialita adalah lagu-lagu bersejarah. Getaran syair kehidupan dari lagu yang dinyanyikan, berisi pujaan kepada Tanah Air Indonesia, kerinduan seorang Ibu di dalam kamp pada anak-anak yang mereka tinggalkan, perjuangan hidup dalam kekangan, semangat keragaman dalam perbedaan, solidaritas hingga impian dan harapan akan kehidupan yang harmonis tanpa penindasan," seperti tertulis dalam keterangan pers yang diterima Metrotvnews.com.

Lagu-lagu yang direkam adalah Asia Afrika Bersatu, Dunia Milik Kita, Kupandang Langit, Lagu Untuk Anakku, Padi Untuk India, Di Kaki-kaki Tangkuban Perahu, Taman Bunga Plantungan, Salam Harapan, Viva GANEFO, dan Ujian.



 


(ELG)