AMI Awards 2016

Titiek Puspa dan Ireng Maulana Diberi Penghargaan Khusus

Agustinus Shindu Alpito    •    29 September 2016 10:18 WIB
ami awardstitiek puspa
Titiek Puspa dan Ireng Maulana Diberi Penghargaan Khusus
Titiek Puspa (Foto: Antara / Muhammad Adimaja)

Metrotvnews.com, Jakarta: Meski diwarnai bibit-bibit baru di dunia musik, Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards menyadari bahwa kita harus menghargai para musisi yang lebih dulu ada, dan memberi kontribusi yang besar terhadap kekayaan musik Indonesia.

Hal itu diwujudkan dengan penghargaan khusus dalam malam puncak AMI Awards ke-19 yang digelar di Econvention Ancol, Jakarta Pusat, pada Rabu (28/9/2016).

Dua penghargaan khusus itu didedikasikan untuk almarhum Ireng Maulana (Legend Awards) dan Titiek Puspa (Lifetime Achievement Awards).

Trofi itu diserahkan langsung oleh Ketua Umum AMI Awards, Dwiki Dharmawan.

Dalam pidatonya, Dwiki menjelaskan kontribusi Ireng Maulana dalam membangun ekosistem industri musik jazz di Indonesia. Termasuk menggagas festival jazz, Jak Jazz. Penghargaan untuk Ireng diterima oleh anak almarhum.

Setelah itu, Dwiki kambali mengumumkan penghargaan khusus kategori Lifetime Achievement Awards yang diterima Titiek. Seperti biasa, penyanyi 79 tahun itu tampak energik di atas panggung dan tampil menghibur.

"Usia saya bulan depan 79 tahun, benar seperti ini saya diberi penghargaan ketika masih hidup," canda Titiek.

"Hutang saya kepada yang di Atas, kepada negeri saya, kepada anak-anak Indonesia, itu banyak. Saya membuat grup vokal anak-anak bernama Duta cinta. Kenapa bernama cinta? Karena cinta sering dilecehkan. Supaya anak-anak lebih mengenal cinta," lanjut Titiek di atas panggung.

Dalam kesempatan itu Titiek juga menjelaskan misinya untuk membagikan CD album Duta Cinta ke seluruh Sekolah Dasar di Indonesia. Proyek itu memakan biaya besar, sehingga Titiek berharap banyak hati yang terketuk untuk terlibat dalam proyek mulia itu.

"Saya ingin membagikan CD itu kepada anak-anak dari Sabang sampai Merauke, saya ingin mengetuk musisi, mereka yang berkelimpahan. Saya butuh Rp3 miliar untuk membagikan CD itu. Saya percaya Anda yang memperoleh kemakmuran bersedia membantu."

"Walaupun saya berusia 79 tahun, saya masih perkasa. Saya bangga dengan Indonesia," tutup TItiek.

Sejak tahun 2014, Titiek fokus menulis lagu anak dan mencari berbagai cara agar anak Indonesia mendapat asupan musik yang tepat dan ideal. Cita-cita itu berangkat dari kegelisahan Titiek melihat anak Indonesia yang tak memiliki alternatif dalam mendengarkan musik Indonesia, atau beralih mendengarkan lagu-lagu populer Barat.


(DEV)