Terinspirasi Krisis Pengungsi, Sting Tulis Lagu Inshallah

Agustinus Shindu Alpito    •    21 November 2016 13:00 WIB
sting
Terinspirasi Krisis Pengungsi, Sting Tulis Lagu Inshallah
(Foto: Arabamerica)

Metrotvnews.com, Los Angeles: Sting, musisi 65 tahun asal Inggris, menerjemahkan kegelisahannya terhadap krisis pengungsi yang tengah melanda Eropa, lewat lagu Inshallah.

Inshallah masuk ke dalam album solo ke-12, bertajuk 57th & 9th yang dirilis 11 November lalu.

Ungkapan “Inshallah” lazim dikatakan oleh para pengungsi muslim saat mereka pergi dari zona perang menuju lokasi yang lebih aman. Bagi Sting, secara implisit, kata itu menggambarkan bahwa para pengungsi menyimpan harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Dilansir dari ArabAmerica.com, Sting memandang kasus krisis pengungsi disebabkan oleh perang. Dia enggak memberi pandangan politik terhadap isu itu.

“(Krisis pengungsi) didorong oleh perang di Timur Tengah. Didorong oleh kemiskinan di Afrika. Mungkin juga ke depannya akan didorong oleh persoalan iklim. Sehingga itu bukan masalah yang bisa kita harap dapat terselesaikan besok. Saya tidak punya solusi masalah itu dari segi politik, tetapi ada solusi dari sudut pandang lain, kita harus berempati terhadap para pengungsi. Karena kita semua adalah spesies yang selalu bermigrasi. Kita semua adalah migran. Semua orang di dalam negara ini adalah migran, saya juga migran, nenek moyang kita migran. (Manusia) tidak akan pernah berhenti (bermigrasi), itulah yang kita lakukan.”

Sting memang memiliki ketertarikan terhadap kultur TImur Tengah dan Islam.

“Kultur Arab memberi kita hal-hal luar biasa, sains, astronomi, arsitektur, musik, dan banyak hal lain.”

Ini bukan kali pertama Sting memasukkan unsur Islam dalam karya musiknya. Pada lagu Desert Rose, Sting memasukkan vokal latar berbahasa Arab.





(DEV)

Renjana Base Jam Bernostalgia

Renjana Base Jam Bernostalgia

1 week Ago

"Sesuai lagu kita yaitu, Jatuh Cinta dan Rindu. Bagaimana mengenang awal orang 'jatuh …

BERITA LAINNYA