Koil Rilis Komik Kedua Berjudul Fallen Gods

Purba Wirastama    •    06 Agustus 2017 13:58 WIB
kultur
Koil Rilis Komik Kedua Berjudul Fallen Gods
Indra Arista dan Patra Aditia (Foto: Metrotvnews.com/Purba Wirastama)

Metrotvnews.com, Jakarta: Grup musik Koil, lewat divisi komiknya, Killer Komik, merilis komik Koil kedua di ajang Popcon Asia 2017. Komik ini diberi judul Fallen Gods  dan menceritakan fiksionalisasi empat personel Koil di sebuah dunia fantasi apocalypse.

"Temanya sci-fi action. Ceritanya, ada Koil asli ketemu dan melawan Koil yang palsu," kata Patra Aditya saat ditemui di arena Popcon di Jakarta Convention Centre, Sabtu (5/8/2017).

"(Cerita) buku kedua itu kilas balik Koil ke jaman di mana dunia masih belum dijajah oleh jenderal seram. Banyak monster. Nanti Koil akan datang dengan senjata rahasia. Salah satunya robot besar," tambah Indra Arista.


Kaus dan komik Fallen Gods (Foto:  Metrotvnews.com/Purba Wirastama)

Patra dan Indra adalah komikus yang terlibat di proyek komik Koil sejak seri pertama. Awalnya mereka membuat komik sebagai sebuah fan-art. Ketika hendak meminta ijin menggunakan logo Koil di komik, mereka justru diajak untuk masuk sebagai tim Killer Komik di bawah bendera grup musik.

Komik pertama berjudul Dragonian Warrior  dan berkisah tentang dunia yang kehilangan sosok pahlawan dan dikuasai oleh monster jenderal jahat. Menurut Indra, empat anggota Koil berperan sebagai pahlawan baru yang memgembalikan harapan di dunia yang sudah terjajah tirani.

Keempat tokoh tersebut merupakan tafsir fiktif dari para personel grup musik Koil, yaitu Aryo 'Otong' Verdijantoro, Donnijantoro, Leon Ray Legoh, dan Adam 'Vladvamp' Joswara. Bagi Patra, menonton Koil beraksi di panggung tak ubahnya seperti menonton komik.

"Banyak hal-hal muncul. Koil bukan hanya sebuah band. Bisa ada robotnya dan sebagainya. Makanya bagi saya, terbayang kalau Koil itu ada di dunia apocalypse seperti ini (di dalam cerita komik). Awalnya kayak gitu. Karena nonton dan dengar lagu Koil saja," ungkap Patra.

"Intinya sih kita suka monster, suka robot, dan suka Koil juga," ujar Indra.

Karakter komik tidak sepenuhnya diadaptasi dari karakter personel Koil asli. Kebanyakan merupakan interpretasi mereka sebagai komikus sekaligus penggemar Koil.

"Sebenarnya Otong kan kalau di Twitter lucu. Itu sedikit diangkat tapi enggak dominan. Makanya lebih banyak tafsir. Kita diskusi, Koil oke, ya masuk," terang Patra

Dalam proyek ini, Koil terlibat sebagai produser eksekutif. Kadang mereka juga memberi masukan dan mengajak sejumlah orang sebagai kontributor cerita. Menurut Indra, pendanaan dilakukan bersama-sama karena Koil juga sedang sibuk membuat album terbaru, yang prosesnya panjang karena sempat mengalami rentetan teror mistik.

"Jadi kita cari sendiri cara buat bikin gimana. Tapi dua (seri) buku aman (secara finansial)," ungkap Indra.

Terkait gaya visual komik, Patra enggan mengaitkan dengan gaya komik negara tertentu. Dia sendiri tidak merasa komik ini bergaya terlalu Jepang atau Amerika.

"Saya baca komik Jepang, komik Amerika, komik Eropa juga. Tin Tin, Smurf. Jadi sudah sangat banyak sih (referensi bacaan). Kalau harus dimazhabkan, mending (diserahkan ke) yang baca sajalah," tukas Patra

Komik kedua telah dicetak sebanyak 500 eksemplar. Seri pertama sendiri sudah dicetak tiga kali dan masing-masing berjumlah 500 eksemplar. Selain di Popcon, komik kedua dijual secara daring di akun resmi merchandise Koil @godstarinc. Sementara buku pertama tersedia di salah satu toko daring.

Selain komik, karya-karya visual Killer Komik juga kerap ditampilkan di panggung musik Koil sebagai video latar. Mereka juga berniat membuat action figure para tokoh komik Koil.

"Entah pajangan atau mainan. Kita masih mikir enaknya gimana," tukas Indra.


(DEV)